BerandaBorneo ZoneLintas Kalsel

Dinsos Kalsel Curhat Anggaran Panti dan Pekerja Sosial

239
×

Dinsos Kalsel Curhat Anggaran Panti dan Pekerja Sosial

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, JAKARTA – Demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga kurang mampu dan penyandang masalah sosial di Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, M. Farhanie dan jajaran terbang langsung ke Jakarta untuk menemui Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Selasa (27/1/2026).
Dinsos Kalsel membawa misi khusus: menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah agar bantuan serta fasilitas sosial di Banua semakin mantap di tahun 2026–2027.
1. Bantuan Dana Pusat untuk Panti Sosial
Salah satu poin utama yang disampaikan Farhanie adalah soal anggaran. Mengingat adanya efisiensi anggaran di daerah pada tahun 2026, Dinsos Kalsel berharap Pemerintah Pusat bisa “turun tangan” melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kami sangat berharap ada dukungan pusat, terutama untuk membangun dan memperbaiki sarana prasarana panti sosial di Kalsel. Tujuannya agar standar pelayanan minimal untuk warga kita tetap terpenuhi dengan baik,” jelas Farhanie.
2. Masa Depan “Sekolah Rakyat” Kalsel
Program Sekolah Rakyat yang menjadi tumpuan banyak warga juga menjadi bahasan hangat. Saat ini, ada ganjalan administrasi terkait pinjam pakai bangunan yang harus segera diselesaikan antara Pemprov Kalsel dan Kemensos.
Tak hanya itu, Kalsel berencana membangun Sekolah Rakyat Permanen. Lokasinya sudah disurvei, namun butuh kejelasan hibah lahan agar pembangunan bisa segera tancap gas. “Kami ingin urusan administrasi ini cepat beres, supaya rencana pembangunan Sekolah Rakyat bisa berjalan sesuai aturan,” tambahnya.
3. Krisis “Ujung Tombak” Sosial (Pekerja Sosial)
Farhanie juga curhat kepada Mensos mengenai kurangnya jumlah Pekerja Sosial (Peksos) di lapangan. Saat ini, beban kerja Peksos di panti-panti Kalsel sudah sangat berat.
“Idealnya, satu Peksos melayani 10 klien. Tapi kenyataannya sekarang sangat terbatas, ditambah lagi banyak yang sudah mau pensiun. Kami minta dukungan pusat agar ada penambahan tenaga Peksos supaya rehabilitasi warga kita lebih optimal,” tegasnya.
Dorong Rakornas demi Sinkronisasi
Agar kebijakan pusat tidak “jauh panggang dari api” dengan kebutuhan daerah, Dinsos Kalsel mendorong adanya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Farhanie ingin agar setiap daerah bisa duduk bareng bersama Kemensos untuk memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan didukung pendanaan yang kuat, baik dari APBN maupun APBD.
Ringkasan Poin Penting untuk Pembaca:
* Misi: Sinkronisasi kebijakan Dinsos Kalsel dengan Kemensos RI.
* Fokus Utama: Perbaikan fasilitas panti sosial melalui dana pusat (DAK).
* Sekolah Rakyat: Percepatan administrasi bangunan dan rencana gedung permanen.
* SDM: Kebutuhan mendesak tambahan Pekerja Sosial (Peksos) di panti-panti Banua. Ary/MC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *