Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Pembangunan infrastruktur yang kokoh di Kalimantan Selatan bukan hanya soal semen dan baja, tapi juga soal kualitas manusianya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel melalui Bidang Bina Konstruksi kembali tancap gas di tahun 2026 untuk mengasah kemampuan para tenaga kerja konstruksi lokal.
Meski menghadapi tantangan efisiensi anggaran, Dinas PUPR Kalsel tetap berkomitmen memastikan proyek-proyek pembangunan di Banua dikerjakan oleh tangan-tangan ahli yang tersertifikasi.
Jadwal Padat: Dari Arsitek hingga Ahli Jembatan
Kepala Seksi Pemberdayaan Bidang Bina Konstruksi, Ihsan Riskiyandi, membeberkan bahwa rangkaian agenda besar sudah menanti sejak awal tahun.
“Bulan Februari ini, kami mulai dengan tiga bimbingan teknis (BIMTEK) khusus untuk jabatan kerja arsitek. Kemudian di bulan April, kami berkolaborasi dengan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) untuk mengupas tuntas soal teknis jalan dan jembatan,” ujar Ihsan, Selasa (27/1/2026).
Tak hanya pelatihan teknis, koordinasi besar antarwilayah juga disiapkan. Rencananya, pada akhir Maret atau awal April mendatang, seluruh perwakilan jasa konstruksi dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel akan berkumpul dalam rapat koordinasi besar untuk menyamakan visi pembangunan.
Sertifikasi Gratis untuk Tenaga Ahli
Kabar baik bagi para praktisi konstruksi, Pemprov Kalsel telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memfasilitasi sertifikasi tenaga ahli secara gratis.
“Tahun ini, target awal kami adalah memberikan sertifikasi untuk 60 orang tenaga ahli dan memberikan pelatihan BIMTEK bagi 200 orang. Jadi, total ada sekitar 260 orang yang akan kita tingkatkan kompetensinya,” tambahnya.
Ihsan mengakui jumlah ini memang sedikit menurun dibanding tahun 2025 karena adanya efisiensi anggaran. Namun, pihaknya tidak tinggal diam. Pada APBD Perubahan nanti, Dinas PUPR berencana menambah kuota agar target ideal 375 orang bisa tercapai.
Demi Infrastruktur yang Tak Sekadar Jadi
Langkah serius ini diambil bukan tanpa alasan. Dinas PUPR ingin memastikan setiap jembatan, gedung, dan jalan yang dibangun di bawah kepemimpinan Gubernur Kalsel memiliki standar kualitas yang tinggi.
“Infrastruktur yang kuat hanya bisa lahir dari tenaga kerja yang kompeten. Inilah tujuan utama kami: mencetak SDM konstruksi yang punya daya saing tinggi,” pungkas Ihsan.
Dengan adanya program ini, diharapkan proyek pembangunan di Kalimantan Selatan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki ketahanan jangka panjang yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Ary/MC
Dinas PUPR Kalsel Buka Sertifikasi Gratis Pekerja Konstruksi











