BerandaBerita NasionalBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

Darurat Banjir Banjar : Ribuan Lansia dan Bayi Bertahan Di Pengungsian

311
×

Darurat Banjir Banjar : Ribuan Lansia dan Bayi Bertahan Di Pengungsian

Sebarkan artikel ini

Foto: posko pengungsian korban banjir Martapura Barat

Jejakborneonews.com, MARTAPURA, BANJAR – Di balik angka 4.083 jiwa yang kini mengungsi akibat banjir di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel), tersimpan kerentanan besar bagi ribuan warga yang masuk dalam kategori prioritas. Data Pusdalops BPBD Banjar per Jumat (2/1/2026) mengungkap bahwa ribuan lansia, bayi, dan ibu hamil kini ikut terdampak dan sebagian  harus berjuang melawan keterbatasan di 16 titik posko darurat maupun mengungsi ke rumah keluarganya.

Ribuan Kelompok Rentan Terpapar Risiko

Dari total 113.735 jiwa yang terdampak banjir di 10 kecamatan, tercatat jumlah kelompok rentan yang cukup signifikan dan membutuhkan penanganan medis serta logistik khusus. Rincian data kelompok rentan tersebut meliputi:

* Lansia: 2.835 jiwa

* Anak-anak: 2.488 jiwa

* Balita & Bayi: 1.393 balita dan 498 bayi

* Ibu Hamil: 271 jiwa

* Penyandang Disabilitas: 295 jiwa

Kondisi posko pengungsian yang mulai dipadati warga menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok ini, terutama terkait ketersediaan asupan gizi khusus bayi serta kenyamanan tempat beristirahat bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Pemandangan memprihatinkan terlihat di Posko Kantor Camat Martapura Barat terpantau jejakborneonews.com saat berkunjung ke sana. Banyak warga terdiri dari ibu membawa bayi atau anak serta lansia  yang sudah bertahan lebih dari sepekan di sana karena rumah mereka terendam parah. Salah satunya Najamudin, seorang pencari ikan yang kini kehilangan mata pencahariannya.

“Kami sudah hampir seminggu di sini. Kondisinya sulit, Selain tidak bisa bekerja, kami sangat bergantung pada bantuan makanan yang datang,” ujar Najamudin dengan pasrah. Ary/jejakborneonews.com 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *