Foto : Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi
Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel tak ingin mengambil keputusan gegabah terkait penghentian atau perpanjangan status siaga Karhutla pada akhir September 2025. Oleh karena itu BPBD Kalsel berencana menggelar rapat bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Rapat tersebut akan membahas penentuan perpanjangan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Saat ini, Kalimantan Selatan masih menetapkan status siaga karhutla. Meski demikian, beberapa hari terakhir wilayah Kalsel terus diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menyebut status siaga karhutla berlaku dari 4 Agustus hingga 31 September 2025. Penetapan itu sesuai dengan surat keputusan Gubernur Kalimantan Selatan.
“Sesuai dengan SK yang ditetapkan oleh Gubernur Kalsel, Status siaga karhutla akan berlangsung dari 4 Agustus sampai 31 September 2025,” ujar Bambang, saat diwawancarai di RRI Banjarmasin, Kamis (18/9/2025).
BPBD Kalsel akan melibatkan BMKG dalam menganalisa data cuaca terkini. Hasil analisa tersebut akan menjadi dasar perpanjangan atau penghentian status siaga karhutla.
Jika BMKG menyatakan musim hujan merata mulai Oktober, maka status siaga akan berakhir 31 September 2025. Namun bila musim hujan baru terjadi pada November hingga Desember, maka status siaga karhutla berpotensi diperpanjang.
“BPBD Kalsel akan mengundang BMKG untuk menganalisa data-data yang terjadi di Kalsel, jika memang BMKG menyatakan bahwa Kalsel pada bulan Oktober, November, dan Desember terjadi musim hujan secara merata, maka status siaga karhutla akan berakhir,” kata Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa BPBD tidak ingin terjadi kebakaran hebat setelah status siaga dihentikan. Oleh sebab itu, keputusan akan diambil hati-hati dengan mempertimbangkan prediksi cuaca dari BMKG.
Meski disebut sebagai musim kemarau basah, masyarakat tetap diminta waspada. BPBD Kalsel mengimbau agar warga tidak membakar lahan sembarangan serta mewaspadai ancaman karhutla maupun banjir.
“Karena saat ini masih terjadi kemarau basah, kita minta kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, sepeti karhutla dan banjir,” ucapnya.
BPBD Kalsel berharap hasil rapat bersama BMKG dapat memberikan kepastian mengenai langkah antisipasi bencana yang tepat di daerah. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih tenang sekaligus tetap waspada terhadap ancaman karhutla maupun banjir.











