Foto/Polsek Banjarmasin Selatan
Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Warga di kawasan Jalan Rantauan Timur, Kelurahan Pekauman, Banjarmasin Selatan, Provinsi Kalsel sempat dibuat was-was pada Sabtu (14/2/2026) malam. Sekelompok remaja yang diduga kuat ingin melakukan aksi tawuran alias ala-ala gangster berkumpul dengan membawa berbagai senjata tajam.
Untungnya, jajaran Polsek Banjarmasin Selatan yang sedang patroli bergerak lebih cepat. Sebelum bentrokan pecah di kawasa Gang Gembira, petugas sudah berhasil mengamankan 16 orang remaja ke kantor polisi.
Dari Murid SD hingga Santri Ikut Terjaring
Dalam rilis yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, AKP Joko Sulistyo Sriyono (didampingi AKP Bejo Ershi Kresna), terungkap fakta yang bikin kita mengelus dada.
Dari 16 remaja yang diamankan, rata-rata mereka masih di bawah umur. Umurnya berkisar antara 13 sampai 21 tahun. Bahkan, latar belakang mereka sangat beragam: ada pelajar SMA, SMP, murid SD, hingga dua orang santri. Mereka berasal dari berbagai sudut Kota Banjarmasin sampai Kabupaten Banjar. Berikut adalah daftar inisial remaja tersebut:
-R (17), alamat JIn. Tembus Mantuil (Membawa parang).
– AS (17), pelajar, alamat Jin. Mutiara Dalam (Membawa celurit).
– HR (16), alamat Jln. Tembus Mantuil (Membawa keris).
– BS (15), pelajar, alamat Jln. Cempaka Raya.
– HR (17), santri, alamat Jin. 9 Oktober.
– R (17), pelajar paket, alamat JIn. Tembus Mantuil.
– MH (17), pelajar, alamat Kab. Banjar.
– MR (15), pelajar, alamat Jin. Mutiara Dalam.
– MRN, pelajar, alamat JIn. Gang Chandra.
– LH (14), pelajar, alamat Jin. Komp. Bumi Permata Belayung.
– YM (14), alamat Jln. Gg. Istiqlal.
– MHM (16), pelajar, alamat Jin. 9 Oktober.
A (15), pelajar, alamat Jin. Laksana Intan.
– MA (13), alamat Jin. Gg. Hidayah.
– AR (21), buruh, alamat Jlrn. Rantauan Timur.
– B (15), pelajar, alamat Jin. Komp. Nusa Indah.
“Rata-rata masih pelajar. Ada yang sudah pernah kita amankan sebelumnya, tapi kebanyakan wajah-wajah baru,” ungkap AKP Bejo Ershi Kresna, Minggu (15/2/2026) sore.
Koleksi Sajam yang Bikin Merinding
Meski wajahnya masih imut-imut, barang bawaan mereka sangat mematikan. Saat digeledah, polisi menemukan tumpukan senjata tajam (sajam) yang sempat coba dibuang para pelaku saat melihat petugas datang.
Berikut daftar barang bukti yang disita:
* 4 bilah parang tajam.
* 2 bilah celurit (satu di antaranya bergagang panjang).
* 1 bilah keris lengkap dengan sarungnya.
* 1 bilah samurai.
* 1 bilah besi tajam panjang dan balok kayu.
Wajib Lapor dan Sanksi dari Sekolah
Polisi tidak ingin main-main dalam memberikan efek jera. Selain memanggil para orang tua dan wali, polisi juga mewajibkan anak-anak ini untuk wajib lapor setiap Senin dan Kamis selama satu bulan.
Orang tua juga diminta membuat surat pernyataan bermaterai sebagai jaminan. Tak hanya itu, pihak sekolah pun akan dipanggil agar memberikan sanksi internal kepada para pelajar tersebut.
> “Kami ingin ada sanksi juga dari pihak sekolah sebagai efek jera. Kami minta orang tua lebih ketat menjaga anaknya agar tidak terulang lagi,” tambah petugas.
Pesan untuk Orang Tua di Banua:
Mari kita jaga anak-anak kita. Jangan sampai niatnya mau “keren-kerenan” jadi anggota gangster, malah berakhir di jeruji besi atau mencelakai orang lain. Pantau terus dengan siapa mereka berteman dan di mana mereka berada saat malam hari. Ary/##
#BanjarmasinAman #PolsekBanjarmasinSelatan #StopTawuran #JagaAnakKita #InfoBanua #BanuaKondusif











