BerandaBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Balita Tenggelam Di Sungai Barito Desa Lemo Ditemukan

244
×

Balita Tenggelam Di Sungai Barito Desa Lemo Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Foto/Basarnas Palangkaraya

Jejakborneonews.com, MUARA TEWEH – Kabar duka menyelimuti Desa Lemo 1 Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara Kalteng.  Setelah empat hari dalam ketidakpastian, pencarian terhadap Sri Jimah, balita mungil yang hanyut di Sungai Barito, akhirnya menemui titik akhir. Bocah malang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (20/03/2026) pagi.
Peristiwa pilu ini bermula pada Selasa (17/03) siang. Saat itu, keceriaan di rumah lanting (rumah terapung) milik keluarga seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa. Sri Jimah dilaporkan terjatuh dan hilang ditelan arus sungai yang tenang namun menghanyutkan. Warga desa sempat bahu-membahu mencari, namun luasnya Barito memaksa mereka meminta bantuan kepada tim ahli dari Basarnas Palangka Raya.
Perjalanan Jauh Sang Buah Hati
Memasuki hari keempat, tim gabungan sempat memperluas radius pencarian. Namun, takdir berkata lain. Tubuh mungil Sri Jimah justru ditemukan sangat jauh dari titik awal ia terjatuh.
“Sekitar pukul 08:45 WIB, kami menerima laporan dari nakhoda kapal batu bara yang melintas. Korban ditemukan oleh rekan-rekan Polairud dan BPBD Barito Selatan,” ujar Malik, Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya.
Yang cukup memilukan, jenazah Sri Jimah ditemukan berjarak sekitar 148 kilometer dari lokasi kejadian awal di Lemo 1. Arus sungai rupanya membawa balita ini menempuh perjalanan jauh hingga ke wilayah Barito Selatan.
Gotong Royong Tanpa Lelah
Keberhasilan penemuan ini tak lepas dari kerja keras “keroyokan” berbagai pihak. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat yang tak berhenti menyisir sungai meski cuaca tak menentu.
Setelah dievakuasi ke RS Jaragah Sasameh, jenazah Sri Jimah akhirnya dibawa pulang ke rumah duka untuk diberikan penghormatan terakhir oleh keluarga.
“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi kami tutup pukul 11.15 WIB. Terima kasih atas kerja keras seluruh unsur yang terlibat,” tutur Kepala Basarnas Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *