BerandaBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Anak 5 Tahun Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan

301
×

Anak 5 Tahun Tenggelam di Sungai Sekayam Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Foto/Humas Brimob Polda Kalbar
Jejakborneonews.com, SANGGAU – Kabar duka sekaligus kepastian datang dari Dusun Jemongko Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif, Kenzo Alfaro, bocah berusia 5 tahun yang dilaporkan tenggelam di Sungai Sekayam, akhirnya berhasil ditemukan pada Kamis (5/2/2026) siang.

Keberhasilan penemuan ini merupakan buah kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Satbrimob Polda Kalbar, BPBD Sanggau, Polsek Kembayan, Basarnas Sintang, serta bantuan besar dari masyarakat setempat.

Kronologi Pencarian yang Tak Kenal Lelah

Kanza dilaporkan hilang terseret arus sejak Selasa, 3 Februari pukul 14.00 WIB. Sejak saat itu, tim gabungan langsung menyisir aliran Sungai Sekayam tanpa henti.

Setelah penyisiran yang memakan waktu sekitar 48 jam lebih, jasad korban akhirnya ditemukan pada Kamis pukul 14.50 WIB. Penemuan ini membawa suasana haru di tengah tim pencari dan warga yang sejak awal setia menunggu perkembangan di pinggir sungai.

Apresiasi dari Keluarga Korban

Pihak keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan, namun mereka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh petugas yang telah bekerja siang dan malam.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim gabungan—Brimob, Basarnas, Polisi, dan warga—yang sudah bekerja keras sehingga anak kami bisa segera ditemukan,” ungkap perwakilan keluarga.

Wujud Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Personel Satbrimob Polda Kalbar, Bripda Rendy Prasetya, yang terjun langsung dalam proses pencarian, menyatakan bahwa operasi ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri saat masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Ini adalah tanggung jawab kami untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti musibah tenggelam ini,” ujar Bripda Rendy.

Pesan Penting bagi Warga

Belajar dari kejadian memilukan ini, Polri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang bantaran sungai.

“Kami mengingatkan kembali kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak dan anggota keluarga lainnya saat berada di sekitar sungai. Arus sungai bisa berubah kapan saja, kewaspadaan adalah kunci agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa. Ary/Humas Brimob

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *