Jejakborneonews.com, BANTUL – Keindahan Gumuk Pasir Parangtritis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sempat berubah mencekam. Warga setempat menemukan jasad seorang kakek berinisial HM (68) tergeletak tak bernyawa pada Rabu (28/1). Tak butuh waktu lama, Polres Bantul akhirnya berhasil membongkar tabir gelap di balik kematian warga Jakarta Timur tersebut.
Bukan serangan jantung atau sakit biasa, HM ternyata adalah korban pembunuhan berencana yang dipicu oleh dendam bisnis yang membara.
Hasil Otopsi: Kekerasan Tumpul di Dada
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, membeberkan fakta memilukan dari hasil otopsi RS Bhayangkara. Korban mengalami penyiksaan yang sangat berat.
“Penyebab kematiannya adalah kekerasan tumpul pada dada. Tulang iga korban patah berurutan dan jantungnya mengalami memar hebat, hingga korban mati lemas,” jelas AKBP Bayu dalam konferensi pers, Minggu (1/2/2026).
Dendam Bisnis Travel Haji & Umroh
Polisi bergerak cepat melacak penyewa mobil yang mencurigakan. Hasilnya, dua pria berinisial RM (41) asal Boyolali dan FM (61) asal Jakarta Selatan diringkus di hari yang sama.
Motifnya bikin geleng-geleng kepala. RM mengaku sakit hati mendalam karena rencana kerja sama bisnis travel haji dan umroh yang mereka bangun tak kunjung membuahkan hasil. Rasa kecewa itu berubah menjadi amarah yang gelap.
Eksekusi di Dalam Mobil dan Dibuang Tengah Malam
Skenario maut ini dimulai pada Selasa malam (27/1). Korban dibawa berkeliling menggunakan mobil sewaan menuju kawasan Parangtritis.
* Awalnya: Pelaku berniat membuang korban di kawasan Cepuri.
* Batal: Karena lokasi Cepuri masih ramai orang, mereka terus melaju.
* Akhirnya: Korban diturunkan dan dibuang di area Gumuk Pasir yang sepi, lalu ditinggalkan begitu saja hingga HM menghembuskan napas terakhir.
Ancaman Pasal Berlapis
Kini, impian bisnis travel haji dan umroh itu terkubur dalam-dalam. Sebagai gantinya, RM dan FM harus menghabiskan masa tua mereka di balik jeruji besi. Penyidik telah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat kedua tersangka atas tindakan keji mereka.
Pesan Moral: Masalah bisnis memang berat, tapi nyawa manusia jauh lebih berharga. Jangan biarkan amarah menghancurkan masa depan Anda. Ary
Bisnis Umroh Berujung Maut! Misteri Jasad di Gumuk Pasir Terungkap











