BerandaBorneo ZoneLintas Kalsel

RSJ Sambang Lihum Fokus ODGJ Dan Gedung Rubuh

121
×

RSJ Sambang Lihum Fokus ODGJ Dan Gedung Rubuh

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum mulai mematangkan strategi pelayanan untuk tahun 2026. Dalam pertemuan penting di Bappeda Kalsel, Selasa (27/1/2026), RSJ milik Pemprov Kalsel ini membeberkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi tumpuan pelayanan kesehatan jiwa bagi warga Banua.
Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan pelayanan rumah sakit dengan visi-misi Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman, terutama terkait janji akses kesehatan dan sosial yang lebih baik.
3 Fokus Utama: Dari NAPZA hingga Kualitas Layanan
Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, menjelaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya kini memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan sosial. Ada tiga poin besar yang menjadi target mereka:
* Optimalisasi Layanan: Memaksimalkan penanganan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang ketergantungan narkoba (NAPZA).
* SDM Unggul: Meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan agar makin profesional melayani pasien.
* Kepuasan Masyarakat: Memastikan setiap warga yang datang mendapatkan pelayanan yang nyaman dan memuaskan.
“Rumah Sakit Jiwa memiliki peran strategis, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan layanan gangguan jiwa dan ketergantungan NAPZA,” ujar Yuddy.
Ada Dua Gedung Rusak Berat
Meski fokus pada pelayanan, Yuddy tidak menampik adanya kendala pada fasilitas fisik. Ia melaporkan bahwa saat ini terdapat dua gedung di RSJ Sambang Lihum yang dalam kondisi rusak berat bahkan sudah tidak bisa digunakan.
“Untuk sarana prasarana, kami mengusulkan perhatian pemerintah daerah karena ada dua gedung yang sudah rubuh. Harapan kami, pada anggaran 2027 nanti perbaikan gedung ini bisa menjadi prioritas,” jelasnya.
Prestasi Membanggakan: Pendapatan Tembus 115 Persen!
Di balik tantangan fasilitas yang ada, RSJ Sambang Lihum nyatanya tetap menunjukkan performa gemilang. Di tahun 2026 ini, kontribusi pendapatan rumah sakit kepada pemerintah daerah sukses melampaui target hingga mencapai 115 persen.
Capaian ini menjadi bukti bahwa meski mengemban misi sosial, manajemen RSJ Sambang Lihum tetap berjalan sangat sehat dan profesional.
“Dengan dukungan APBD yang tepat, kami optimistis kualitas layanan kesehatan jiwa di Kalimantan Selatan akan semakin maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh BPKAD dan jajaran asisten Setda Kalsel untuk memastikan anggaran yang direncanakan benar-benar sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ary/MC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *