BerandaBerita NasionalBorneo ZoneLintas KalselPeristiwaPolitik

Isu Tambang Di Geopark Meratus, Pemprov Kalsel Buka Suara

411
×

Isu Tambang Di Geopark Meratus, Pemprov Kalsel Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Foto/jejakborneonews com: Lembah Kahung Desa Belangian salah satu situs Geopark meratus

Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Status mentereng UNESCO Global Geopark (UGGp) Meratus kini menjadi pertaruhan besar bagi Kalimantan Selatan. Menjelang proses revalidasi pada 2027 mendatang, Pemerintah Provinsi Kalsel tancap gas membenahi “rumah tangga” pengelolaan Pegunungan Meratus agar pengakuan dunia ini tidak dicabut.

Plt. Kepala Dinas ESDM Kalsel, Nasrullah, menegaskan bahwa pihaknya sedang memperkuat fondasi organisasi, mulai dari kualitas SDM hingga koordinasi antar-dinas.

“Bukan Sekadar Label, Tapi Progres Nyata”

Nasrullah menjelaskan bahwa mempertahankan status UNESCO bukan perkara mudah. Setiap tahun, Kalsel wajib menyetorkan laporan kemajuan dan kajian teknis sebagai bukti bahwa kawasan ini benar-benar dijaga.

“Tahun ini kami siapkan kajian khusus untuk penguatan pengelolaan. UNESCO menuntut adanya progres nyata setiap tahun. Kita tidak boleh jalan di tempat,” ujar Nasrullah di Banjarbaru, Jumat (23/1/2026).

Saat ini, pengelolaan teknis masih dikawal oleh Dinas ESDM. Namun ke depan, seluruh komando akan dipusatkan di Bappeda Kalsel sebagai leading sector agar perencanaan lebih terintegrasi.

Jawaban Tegas Soal Isu Tambang

Salah satu isu sensitif yang kerap memicu pertanyaan publik adalah keberadaan tambang di pegunungan Meratus. Nasrullah memberikan jawaban menohok untuk meluruskan persepsi masyarakat.

Ia menegaskan, meski Pegunungan Meratus sangat luas, kawasan yang masuk dalam UNESCO Global Geopark sudah memiliki batasan (delineasi) yang sangat jelas di enam kabupaten/kota.

“Di dalam kawasan inti geopark, saya tegaskan: tidak ada aktivitas penambangan! Kami pastikan situs-situs geologi dilindungi sepenuhnya,” tegasnya.

Ditambahkan, pengawasan aktivitas pertambangan di luar kawasan geopark pun tetap dilakukan sesuai kewenangan. Hal ini guna memastikan perlindungan terhadap situs-situs geologi dan lingkungan sekitar.

50 Titik Keajaiban Alam yang Terus Digali

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Geologi, Mirza Fatmahasnani, membocorkan bahwa Meratus menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Saat ini, sudah ada 17 situs geologi utama yang diakui, namun potensinya jauh lebih besar.

“Total ada sekitar 50 titik geologi potensial yang sedang kami data. Banyak yang belum dikenal masyarakat luas. Inilah tugas kita untuk mengedukasi dan mempromosikannya,” jelas Mirza.

Apa Untungnya bagi Warga Lokal?

Bukan sekadar menjaga batu atau hutan, misi utama UNESCO adalah kesejahteraan rakyat. Mirza menyebutkan bahwa keberadaan Geopark Meratus harus menghidupkan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.

“UNESCO mengamanatkan manfaat nyata bagi warga. Mungkin tidak instan, tapi setiap tahun harus ada kemajuan ekonomi yang dirasakan masyarakat di sekitar situs,” tambahnya.

Dengan jadwal revalidasi pada 2027 dan validasi lanjutan di 2028, Pemprov Kalsel kini berpacu dengan waktu untuk membuktikan bahwa Meratus adalah warisan dunia yang layak dipertahankan. Ary/MC Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *