BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumPeristiwa

Cekcok di Gunung Manggah Samarinda, Warga Selili Tewas Ditikam

310
×

Cekcok di Gunung Manggah Samarinda, Warga Selili Tewas Ditikam

Sebarkan artikel ini

Foto/ist : Pelaku diamankan jajaran Polsek Samarinda Kota

Jejakborneonews.com, SAMARINDA – Kawasan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, yang biasanya dipadati oleh aktivitas warga dan hilir mudik kendaraan, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin (5/1/2026) siang. Sebuah pertikaian yang semula hanya adu mulut, berakhir menjadi tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa.
Seorang pria berinisial WP, warga Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, mengembuskan napas terakhirnya setelah menjadi korban penikaman di tengah kerumunan warga sekitar pukul 14.10 WITA.
Detik-Detik yang Menghentak Nurani
Peristiwa ini berlangsung begitu cepat di bawah terik matahari siang. Menurut keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula dari cekcok antarwarga. Namun, situasi yang panas berubah menjadi aksi kekerasan saat dua orang berboncengan datang menghampiri korban.
Tanpa sempat membela diri, korban dipukul hingga terjatuh. Saat itulah, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melukai bagian dada atau ulu hati korban. Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat yang membuat suasana di sekitar lokasi berubah menjadi kepanikan luar biasa.
>”Awalnya hanya cekcok, tapi tiba-tiba terjadi penyerangan setelah korban jatuh. Semua terjadi sangat cepat di depan mata warga,” ujar salah seorang saksi di sekitar tempat kejadian.

Upaya Penyelamatan yang Kandas
Relawan dan warga segera mengevakuasi WP menggunakan ambulans menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie dengan harapan nyawanya masih bisa terselamatkan. Namun, takdir berkata lain. Luka tusuk yang terlalu dalam membuat tim medis tidak mampu berbuat banyak. WP dinyatakan meninggal dunia, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan kerabat di Selili.
Langkah Cepat Pihak Kepolisian
Tak butuh waktu lama bagi pihak berwajib untuk merespons kejadian yang meresahkan masyarakat ini. Kapolsek Samarinda Kota, Kompol IGN Adi Suarmita, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan satu terduga pelaku berinisial V.
“Kami telah mengamankan seorang terduga pelaku tak lama setelah kejadian. Saat ini pemeriksaan intensif sedang dilakukan untuk mengungkap motif di balik kejadian ini,” jelasnya.

Refleksi Sosial: Pentingnya Menahan Diri
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua tentang betapa mahalnya harga sebuah amarah. Nyawa yang melayang meninggalkan kekosongan bagi keluarga yang ditinggalkan, sementara pelaku harus menghadapi konsekuensi hukum yang berat.
Warga Samarinda diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Harapannya, kedamaian di “Kota Tepian” tidak lagi tercoreng oleh aksi kekerasan yang memilukan seperti ini. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *