BerandaBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Perantau Asal Banten Ditemukan MD Usai Terseret Arus di Sungai Kahayan Kabupaten Gunung Mas

319
×

Perantau Asal Banten Ditemukan MD Usai Terseret Arus di Sungai Kahayan Kabupaten Gunung Mas

Sebarkan artikel ini

Foto: Basarnas  Palangka Raya

Jejakborneonews.com, GUNUNG MAS – Perjuangan panjang Tim SAR Gabungan dalam misi kemanusiaan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  akhirnya mencapai titik akhir. Senin (5/1/2026) pagi, Johan Sandi Novaldi (26), pemuda asal Jatiwung, Provinsi Banten, yang dilaporkan hilang sejak Jumat lalu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban sebelumnya terseret arus dan dilaporkan tenggelam di Sungai Kahayan kawasan Sepang Simin.

Penemuan Berawal dari Laporan Warga

Pencarian memasuki hari keempat dengan fokus penyisiran hingga radius 4 kilometer dari lokasi awal kejadian. Titik terang muncul pada pukul 10.45 WIB, ketika seorang warga melihat sosok manusia yang tersangkut di lanting (rumah terapung) miliknya.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari titik terakhir korban terlihat.

“Kami langsung memastikan informasi dari warga tersebut. Setelah diperiksa, benar bahwa jasad yang ditemukan adalah target yang selama ini kami cari,” ungkap Malik, Koordinator Lapangan Basarnas.

Evakuasi dan Kepulangan Korban

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Jasad Johan kemudian dibawa ke Puskesmas Sepang Kota untuk dilakukan tindakan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Kepergian pemuda yang jauh-jauh merantau dari Banten ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan dan kerabat yang setia menunggu di pinggir sungai selama proses pencarian.

Solidaritas di Tepian Kahayan

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Suparta, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat. Keberhasilan penemuan ini merupakan buah dari solidaritas lintas instansi, mulai dari TNI/Polri, BPBD, Tagana, PMI, hingga bantuan masyarakat sekitar yang tak kenal lelah menyisir sungai.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Kami berterima kasih kepada semua unsur yang terlibat hingga korban dapat ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga,” ujar Alit Suparta.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga dan pendatang untuk selalu waspada terhadap derasnya arus Sungai Kahayan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Kini, Johan akan dipulangkan ke kampung halamannya di Banten, mengakhiri pencarian pilu di tanah Kalimantan. Ary/###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *