Jejakborneonews.com, KIRAM, BANJAR – Kawasan Gunung Pamaton yang terletak di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, kian ramai dikunjungi masyarakat. Selain menawarkan panorama alam yang asri dan udara pegunungan yang sejuk, lokasi ini memiliki daya tarik khusus sebagai destinasi wisata religi dan budaya bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
Gunung yang Dikeramatkan
Bagi masyarakat suku Banjar, Gunung Pamaton bukan sekadar bentang alam biasa. Kawasan ini dipercaya secara turun-temurun sebagai tempat yang sakral. Berdasarkan kepercayaan lokal, Gunung Pamaton yang juga masuk kawasan Tahura Sultan Adam ini diyakini sebagai pintu gerbang kerajaan gaib yang berkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Banjar masa lalu.
Keyakinan akan nilai mistis dan spiritual inilah yang membuat Gunung Pamaton selalu ramai pengunjung, terutama pada hari libur.Apalagi kini sudah ada jalur jalan aspal untuk menaikinya hingga ke puncak dan tembus kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin.
Tradisi Balampah dan Kain Kuning
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah peziarah yang datang untuk melakukan Balampah (bertapa atau bermeditasi) serta menunaikan hajat (janji spiritual). Salah satu pemandangan khas yang dapat ditemui di beberapa titik tanjakan hingga puncak gunung adalah lilitan kain kuning.
Pemasangan kain kuning merupakan tradisi lama masyarakat Banjar sebagai simbol penghormatan atau tanda bahwa seseorang telah berhasil menunaikan hajatnya di tempat tersebut.
“Banyak yang datang ke sini bukan hanya untuk mendaki atau berfoto, tapi untuk berziarah. Pemasangan kain kuning itu sudah menjadi tradisi sebagai bentuk syukur atau membayar niat,” ujar Isau salah seorang penjaga kawasan setempat kepada jejakborneonews.com.
Daya Tarik Pemandangan Alam
Meskipun kental dengan nuansa keramat, Gunung Pamaton juga menjadi primadona bagi para pecinta alam. Dari titik ketinggian tertentu, pengunjung dapat melihat hamparan perbukitan Desa Kiram yang hijau dan eksotis. Akses jalan yang semakin memadai berkat pengembangan kawasan wisata Kiram Park turut memudahkan warga dari berbagai daerah untuk berkunjung.
Imbauan Bagi Pengunjung
Mengingat statusnya yang dikeramatkan, para tokoh masyarakat dan pengelola setempat selalu mengimbau agar setiap pengunjung tetap menjaga adab, kesopanan, dan tidak merusak lingkungan. Kebersihan kawasan tetap menjadi prioritas agar nilai kesakralan dan keindahan alam Gunung Pamaton tetap terjaga bagi generasi mendatang. Ary











