BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Ribuan Anak Putus Sekolah Di Kalsel, Banjar Tertinggi

418
×

Ribuan Anak Putus Sekolah Di Kalsel, Banjar Tertinggi

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, Banjar – Jumlah anak putus atau tidak sekolah di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai angka mencengangkan, yakni 60.996 orang.

Data dilansir Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel, Anak tidak sekolah ini terdiri dari berbagai kategori, mulai dari yang drop out, lulus namun tidak melanjutkan, hingga yang belum pernah bersekolah sama sekali.

Tiga daerah dengan jumlah anak tidak sekolah terbanyak adalah Kabupaten Banjar dengan angka 10.542 orang, Kotabaru 8.341 orang, dan Kota Banjarmasin ada 7.378 orang.

Menurut Yuli, angka tersebut menjadi alarm serius yang harus ditanggapi secara kolaboratif.

Dilansir Radio Suara Banjar, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyikapi hal ini dengan Pembentukan Tim Koordinasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) tingkat daerah.

Pemkab Banjar juga  telah melakukan  data Verifikasi dan Validasi Drop Out (Verval DO), Kabupaten Banjar mencatat angka anak tidak sekolah tertinggi di Kalimantan Selatan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya peserta pendidikan keagamaan nonformal yang tidak tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga dikategorikan sebagai ATS.

Verifikasi  dan validasi sejak 25 Mei 2025, dan hasilnya cukup signifikan. Jumlah anak tidak sekolah menurun dari 12.000 menjadi 10.000.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj Liana Penny, menyatakan bahwa pembentukan Tim Koordinasi ATS ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan. Tujuannya adalah agar seluruh program lintas sektor dalam penanganan ATS dapat terkoordinasi secara komprehensif.

“Saya yakin seluruh SKPD sudah berkontribusi dalam meningkatkan IPM, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Namun dengan adanya tim ini, upaya kita bisa lebih terarah dan menyeluruh,” jelas Liana.

Disdik Banjar juga menggandeng Baznas untuk membantu pembiayaan peralatan dan seragam sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin kembali ke sekolah formal. Pemkab Banjar juga menyiapkan bantuan personal didik untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak tersebut. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *