BerandaBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

Modifikasi Cuaca Kalsel, Tanah Laut dan Tanah Bumbu Disemai Garam

457
×

Modifikasi Cuaca Kalsel, Tanah Laut dan Tanah Bumbu Disemai Garam

Sebarkan artikel ini

Foto : Kegiatan OMC di Kalsel beberapa waktu lalu

Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Kegiatan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalsel  untuk menghasilkan hujan buatan terus dilanjutkan oleh BMKG dibantu TNI AU. Pada Jumat  (22/8/2025) dilakukan dua penerbangan dengan target penyemaian garam di wilayah Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

“Hari ini dilakukan 2 (dua) sorti penerbangan dengan pesawat Casa 212-200 Registrasi A-2104. Sorti 1 (satu), penerbangan penyemaian dilakukan pada pukul 08.56 – 10.41 WITA dengan target penyemaian Kabupaten Tanah Bumbu. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 8.000 feet dan menghabiskan bahan semai NaCl sebanyak 800 kg. Sorti 2 (dua) penerbangan penyemaian dilakukan pada pukul 13.28 – 14.58 WITA dengan target penyemaian Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 10.000 – 11.000 feet dan menghabiskan bahan semai  NaCl sebanyak 800 kg” demikian laporan kegiatan harian BMKG.

BMKG juga melaporkan Peningkatan kemudahan terbakar dimulai tanggal 22 Agustus, kemudian mulai signifikan dengan adanya perluasan wilayah sangat mudah terbakar (High/Red) terutama di bagian barat pada tanggal 25 – 27 Agustus.

Berdasarkan analisis Skala Global, Regional dan Wilayah Kalimantan Selatan diprakirakan pada umumnya cuaca di wilayah Kalimantan Selatan Adalah Berawan – hujan ringan. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi di Kalimantan Selatan bagian timur hingga tengah pada siang hingga sore hari. Pada malam hari peluang berawan – hujan ringan ( di sebagian kecil bagian timur).

Kabid Kesiapsiagaan Bencana Bambang Dedi Mulyadi mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan atas bantuan Kementerian Lingkungan Hidup  guna mitigasi Karhutla di Kalimantan Selatan pada musim kemarau tahun 2025. “OMC untuk memadamkan titik api di daerah rawan Karhutla serta menekan kejadian Karhutla,” kata Bambang.
OMC dilaksanakan selama 10 hari sejak 13 Agustus 2025, dengan melibatkan sinergi BMKG, Kementeeian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan TNI Angkatan Udara.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Edison Kurniawan berharap pelaksanaan OMC ini berjalan lancar, aman, dan efektif dalam mengurangi titik panas serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kalsel. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *