Foto : Pelaksanaan modifikasi cuaca oleh BMKG menggunakan pesawat TNI AU
Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bertujuan untuk membuat hujan buatan di wilayah Kalsel memberikan dampak maksimal guna menekan kejadian Karhutla. Diketahui OMC berlangsung pada 13-23 Agustus 2025 atau selama 10 hari. Hujan buatan yang dilaksanakan oleh BMKG dan diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup tersebut juga mampu memadamkan sejumlah titik api sekaligus melakukan pembasahan lahan gambut yang rentan terbakar.
Berdasar pantauan satelit titik api di wilayah rawan Karhutla menurun signifikan. Daerah rawan Karhutla seperti Kota Banjarbaru, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan wilayah Hulu Sungai adalah beberapa wilayah yang menjadi target penyemaian garam (NaCl) dalam OMC ini.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagan Bencana BPBD Kalsel mengatakan pelaksanaan OMC ini merupakan usulan Gubernur Kalsel H Muhidin guna langkah mitigasi Karhutla. “OMC terutama untuk membasahi lahan gambut di Kalsel agar tingkat permukaan air tetap tinggi, dan hasilnya sangat efektif,” kata Bambang Dedi Mulyadi.
Selain itu, pemantauan berbasis data BMKG menjadi acuan dalam mengawasi potensi karhutla. Hal ini membantu tim di lapangan agar bisa bergerak lebih cepat ke lokasi rawan Karhutla.
Berdasar data terbaru, Luas Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan pada tahun 2025 tercatat 358 hektar. Sementara total kejadian Karhutla yang tercatat BPBD Kalsel sebanyak 164 kali dengan jumlah titik api sebanyak 2 ribu lebih.
Data tersebut hasil akumulasi Karhutla sepanjang 2025 mulai 1 Januari hingga 20 Agustus. Ary/jejakborneonews.com











