Foto : Salah satu UMKM makanan jual produk makanan kepada pengunjung Kalsel Expo 1025
Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan kembali menggelar Expo Kalsel sekaligus Bumdesa Expo 2025. Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Agustus 2025, dan dipusatkan di Komplek Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
Mengusung semangat kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi lokal, gelaran Kalsel Expo dan. BUMDesa Expo 2025 kali ini mengangkat tema “Bekerja Bersama Membangun Desa”, yang menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel H Ahmad Bagiawan mengatakan kegiatan Kalsel Expo kali ini membawa misi digitalisasi UMKM di Kalimantan Selatan. Salah satunya dengan inovasi dalam sistem transaksi. Kalsel Expo 2025 ini, sebagian besar transaksi di area pameran akan menggunakan metode non-tunai melalui QRIS yang difasilitasi oleh pihak perbankan.
“Masyarakat kita mulai terbiasa tidak membawa uang tunai. Ini memudahkan UMKM yang mengisi stand sekaligus mengedukasi masyarakat dalam penggunaan pembayaran digital,” ujar Gia saat ditemui Jejakborneonews.com, Senin (11/8/2025)
Sementara Dinas Koperasi dan UKM Kalsel memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, dengan meluncurkan Program Pembinaan UMKM 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui digitalisasi, pelatihan keterampilan, fasilitasi perizinan, hingga perluasan akses pasar domestik dan ekspor.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai menyatakan fokus program pembinaan UMKM 2025, ini terdiri dari beberapa inisiatif utama pada programnya, di antaranya pelatihan dan digitalisasi, pelatihan pencatatan dan pelaporan keuangan digital, pelatihan desain dan pengemasan produk UMKM,” ujar Yanuar.
Selain itu, Ia juga menyampaikan program lainnya seperti, peningkatan akses teknologi bagi UMKM, pelatihan branding dan digital marketing, manajemen mutu dan kewirausahaan bagi wirausaha pemula.
Yanuar Noor Rifai juga menekankan pentingnya adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi digital.
“Pemasaran online bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan dan keharusan, perubahan perilaku konsumen akibat perkembangan teknologi mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemasaran digital menawarkan efisiensi, jangkauan luas, dan kecepatan akses pasar yang tidak bisa disediakan metode konvensional, oleh sebab itu, ia menilai UMKM harus mampu memanfaatkan media sosial, marketplace, dan strategi digital lainnya untuk meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usaha mereka. Ary











