Foto/Ist : Kebakaran di kawasan Tahura Sultan Adam saat puncak musim kemarau pada tahun 2023 silam
Banjar – Dalam upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2025 yang diprediksi meningkat selama musim kemarau, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Doa Bersama sekaligus Pengecekan Kesiapsiagaan di kawasan Tahura Sultan Adam, Mandiangin Kabupaten Banjar, Selasa (29/7).
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menekankan pentingnya kesiapan teknis dan spiritual dalam menghadapi ancaman karhutla yang semakin nyata di tengah fenomena kemarau panjang yang, menurut BMKG, akan berlangsung hingga pertengahan Agustus.
“Selain berdoa memohon perlindungan dari Allah SWT atas bahaya Karhutla dan bencana lainnya, hari ini juga kita lakukan pengecekan kesiapsiagaan, baik sarana prasarana maupun SDM di Tahura Sultan Adam,” ujar Fathimatuzzahra.
Dalam kegiatan tersebut, tim Dishut Kalsel memeriksa secara langsung kesiapan peralatan pemadam kebakaran seperti Truk Pemadam Kebakaran, tandon air, selang, dan perlengkapan lapangan lainnya. Kepala dinas menekankan bahwa seluruh perlengkapan harus dalam kondisi siap pakai, mengingat peran vitalnya dalam penanganan kebakaran secara cepat dan efektif.
“Saya minta semua peralatan dicek dengan cermat. Jangan sampai saat dibutuhkan, justru tidak berfungsi. Kesiapan harus mencakup kelengkapan alat, fungsionalitas, dan kesiapan personel di lapangan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran UPTD dan masyarakat baik pengunjung dan sekitar Tahura Sultan Adam untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kawasan konservasi dari potensi kebakaran. Menurutnya, pelestarian kawasan hutan seperti Tahura Sultan Adam tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan kolektif semua pihak. Ary











