Banjarbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel kembali melahirkan karya berupa Buku Berjudul Mitigasi dan Infrastruktur Bencana di Kalsel
“Buku ini dipersembahan BPBD Kalsel dalan rangka memoeringati Hari Jadi ke 75 Provinsi Kalsel ke tahun 2025,” kata Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi kepada jejakborneonews, Jumat (18/7/2025).
Dengan terbitnya Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas terkait upaya mitigasi bencana dan infrastruktur Kebencanaan yang ada di Kalimantan Selatan.
“Buku ini merupakan salah satu sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta ketahanan bencana,” kata Bambang.
Sesuai misi Gubernur Kalsel H Muhidin untuk penguatan ketahanan akan perubahan iklim, BPBD Kalsel terus gencar melakukan sosialisasi mitigasi bencana guna meningkatkan ketahanan masyarakat.
“Salah satunya sosialisasi melalui buku yang kita terbitkan ini,” kata Bambang.
Buku ini juga juga dapat menjadi referensi dalam mengambil kebijakan yang tepat dan efektif dalam penanganan bencana.
Adapun materi penulisan buku meliputi langkah mitigasi bencana yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalsel baik bencana musim hujan seperti banjir, longsor serta bencana pada musim kemarau seperti Karhutla dan kekeringan.
“Dijelaskan juga dimana saja infrastruktur bencana yang ada di seluruh wilayah Kalsel, kemudian kajian risiko bencana, tingkat potensi dan bahaya bencana di berbagai kabupaten kota, indeks ketahanan daerah dan indeks risiko bencana serta rekomendasi penanganan bencana,” kata Bambang.
Buku sosialisasi kebencanaan ini juga diharapkan sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat sekaligus meningkatkan ketahanan daerah.
Diketahui Provinsi Kalsel merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang kerap mengalami bencana alam. Adapun jenis bencana alam yang kerap terjadi setiap tahun mencakup banjir, angin puting beliung, banjir rob dan gelombang pasang, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan.
Secara nasional, Kalsel juga merupakan salah satu prioritas penanganan Karhutla.
“Dengan semakin gencar sosialisasi,, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai jenis bencana alam yang mungkin terjadi,” pungkas Bambang. Ary











