Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Muraa’tul Lughah Martapura Kabupaten Banjar akhirnya menemukan titik terang. Polisi berhasil mengungkap pelaku dan motif di balik meninggalnya Ustadzah Hasanah (25), yang ditemukan tak bernyawa di sebuah lahan perkebunan, Jalan Seledri, Sungai Ulin, Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu.
Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu, 2 Mei 2026, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda membeberkan kenyataan pahit di balik peristiwa ini. Ternyata, Ustadzah Hasanah menjadi korban aksi begal keji yang dilakukan oleh dua orang pria berinisial MFI dan AS.
**Niat Jahat Muncul Karena Terdesak Kebutuhan**
Tragedi ini bermula dari kesulitan ekonomi yang dialami kedua pelaku. Sebelum kejadian, mereka sempat mencoba meminjam uang kepada bos tempat mereka bekerja di area perkebunan tersebut, namun tidak diberi.
Dalam kondisi buntu dan tidak punya uang, niat jahat pun muncul. Mereka kerap memperhatikan Ustadzah Hasanah yang setiap malam melintas di depan tempat tinggal mereka saat pulang bekerja. Satu hal yang membuat mata mereka gelap adalah tas hitam yang selalu dibawa oleh korban. Mereka menduga tas tersebut berisi banyak harta berharga.
**Aksi Keji yang Telah Direncanakan**
Pelaku sudah merencanakan aksi ini dengan matang. Saat korban melintas di jalanan yang sepi dekat rumah mereka, kedua pelaku langsung menghadang. Tanpa rasa iba, mereka memukul korban menggunakan sepotong kayu hingga mengakibatkan sang pengajar muda itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah korban tak berdaya, para pelaku menggasak barang milik almarhumah. Namun, mereka tidak langsung membawa semua hasil curiannya.
HP merk Vivo V19 milik korban diambil untuk segera dijual demi mendapatkan uang tunai. Sementara itu, sepeda motor Honda Beat milik korban disembunyikan di sekitar tempat kejadian perkara. Rencananya, motor itu baru akan dijual jika situasi dirasa sudah aman dan tidak lagi menjadi sorotan, ungkap Kapolres Banjarbaru.
**Duka Mendalam Bagi Dunia Pendidikan**
Kepergian Ustadzah Hasanah meninggalkan luka yang sangat dalam, terutama bagi para santri dan rekan pengajar di Ponpes Muraa’tul Lughah Martapura. Sosok muda yang dikenal berdedikasi ini harus berpulang dengan cara yang sangat tragis hanya karena ketamakan orang lain.
Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalanan sepi di malam hari.
Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa. Ary
Alasan Ekonomi Sulit, Dua Pria Begal dan Bunuh Guru Pesantren di Sungai Ulin Banjarbaru











