BerandaHukumHumanioraLintas KalselPeristiwa

Korban Tenggelam Usai Perkelahian di Banjarmasin Ditemukan

255
×

Korban Tenggelam Usai Perkelahian di Banjarmasin Ditemukan

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Setelah proses pencarian yang cukup intensif di aliran Sungai Martapura, upaya tim relawan gabungan dan petugas Basarnas  akhirnya membuahkan hasil. Salah satu korban tenggelam di kawasan Siring Metro City, dekat Jembatan Dewi, Kota Banjarmasin Kalsel ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (27/3/2026) kemarin.
Penemuan ini mengakhiri teka-teki hilangnya pria yang sempat menggegerkan warga di pusat Kota Banjarmasin tersebut. Diketahui sebelum warga Banjarmasin digegerkan insiden perkelahian fisik dua pria yang kemudian keduanya terjun ke sungai Martapura dekat Jembatan Dewi.
Kronologi Penemuan Korban
Jasad korban ditemukan oleh tim Relawan Rescue Gabungan yang sejak awal kejadian terus melakukan penyisiran menyisir aliran sungai. Berikut poin-poin penting terkait penemuan tersebut:
* Lokasi: Korban ditemukan cukup jauh dari titik awal tenggelam, tepatnya terjepit di sela-sela siring dalam posisi terlungkup.
* Ciri-ciri: Saat ditemukan, korban mengenakan baju berwarna hitam.
* Evakuasi: Relawan langsung mendekat begitu melihat tubuh mengapung dan mengevakuasi korban ke daratan sembari menunggu Satpolairud Polresta Banjarmasin.
Identitas dan Barang Bukti
Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading Kalbu Adie, mengonfirmasi bahwa identitas korban telah teridentifikasi secara jelas.

Korban diketahui bernama Yusuf (35), seorang warga Jalan Kelayan A, Gang Kenanga, Banjarmasin Tengah. Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan beberapa barang pribadi di kantong celana korban, di antaranya:
* Uang tunai sebesar Rp160.000.
* Satu buah gunting.
* Satu buah korek api.
Langkah Selanjutnya
Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah Yusuf langsung dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani prosedur lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai, terutama di titik-titik yang memiliki arus dalam atau struktur siring yang curam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *