Jejakborneonews.com, Banjarmasin – Kalsel tercatat menempati urutan ketiga tertinggi nasional untuk urusan inflasi. Tak mau tinggal diam, Gubernur H. Muhidin langsung “tancap gas” memimpin rapat penting High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (16/3).
“Ditegur” Pusat, Langsung Aksi
Gubernur Muhidin mengakui bahwa kondisi kenaikan harga di Banua mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Angka inflasi kita bulan Februari kemarin menyentuh 0,86 persen (MoM), sementara secara tahunan (year-on-year) mencapai 5,97 persen—angka yang melampaui rata-rata nasional.
“Kita sempat dihubungi Pak Tito (Mendagri). Beliau tanya bagaimana Kalsel? Saya jawab, segera kita rapatkan,” ujar Gubernur Muhidin.
Apa Saja yang Bikin Harga “Terbang”?
Dalam rapat yang dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan jajaran petinggi lainnya, terungkap bahwa biang kerok lonjakan harga ini adalah kenaikan tarif listrik, harga emas perhiasan, serta kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam, dan telur.
Apalagi, saat ini kita berada di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. Efek cairnya THR lebih awal serta cuaca hujan yang bikin beberapa ladang padi tergenang juga ikut menambah beban kenaikan harga di pasar.
Jurus Tekan Harga: Pasar Murah Terus Digencarkan
Gubernur Muhidin meminta semua pihak tidak hanya sekadar rapat, tapi langsung aksi di lapangan. Ada beberapa jurus yang disiapkan:
* Stok Aman: Memastikan barang pokok tersedia di gudang dan pasar.
* Distribusi Lancar: Jangan sampai ada hambatan kiriman barang masuk ke Kalsel.
* Pasar Murah: Gubernur mendorong semua instansi dan pihak swasta untuk sesering mungkin menggelar pasar murah agar warga bisa belanja dengan harga miring.
Sorotan untuk Tiga Kabupaten
Dalam pertemuan itu, Gubernur juga memberikan perhatian khusus pada tiga daerah yang angka inflasinya cukup “merah”, yaitu Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru. Ia meminta BPS terus memberikan laporan terbaru agar pemerintah bisa langsung melakukan intervensi jika harga mulai tak masuk akal.
“Intinya kami minta penekanan dan kerja nyata di lapangan,” pungkas Gubernur usai rapat.
Dengan gerak cepat ini, diharapkan warga Kalsel bisa menjalankan sisa ibadah puasa hingga merayakan Idulfitri nanti dengan tenang tanpa harus pusing melihat label harga yang terus meroket. Ary/Adpim Kalsel
Kalsel 3 Besar Inflasi Nasional, Gubernur Sorot Tiga Kabupaten











