BerandaBorneo ZoneHukumPeristiwa

Senggol Motor Mogok, Sopir Travel Kena Timpas di Kutai Barat

298
×

Senggol Motor Mogok, Sopir Travel Kena Timpas di Kutai Barat

Sebarkan artikel ini

Foto/Polres Kubar

Jejakborneonews.com, Kutai Barat – Insiden berdarah terjadi  di Jalan Trans Kalimantan poros Melak – Samarinda, tepatnya Kampung Muhur Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat Kaltim pada Kamis (12/3/2026) siang lalu. Kejadian yang bermula dari kecelakaan kecil di tikungan jalan ini berakhir tragis setelah senjata tajam bicara akibat emosi yang tak terbendung.

Petaka di Jalan Menikung

Siang itu sekitar pukul 13.30 WITA, Supriatin (50) seorang sopir Travel tengah melaju santai menggunakan mobil Toyota Innova-nya menuju Samarinda. Namun, setibanya di sebuah tikungan di RT 003 Kampung Muhur, ia dikejutkan dengan sebuah motor Yamaha Bison milik Jumran yang sedang mogok di pinggir jalan.

Kondisi jalan yang menikung dan munculnya kendaraan lain dari arah depan membuat Supriatin refleks membanting setir ke kiri. Sayangnya, bagian belakang mobilnya menyenggol motor yang mogok tersebut. Akibat senggolan itu istri Jumran juga mengalami luka ringan terkena motor.

Emosi Sesaat Berujung Tebasan Parang

Tak terima motornya tersenggol, Jumran pun mendatangi Pak Supriatin. Cekcok mulut pecah seketika di pinggir jalan. Di tengah suasana yang memanas dan emosi yang meluap, Jumran diduga gelap mata dan mencabut sebilah parang.

Tanpa pikir panjang, ia melayangkan sajam tersebut ke arah Pak Supriatin. Akibatnya, sang sopir mengalami luka timpas (bacok) yang cukup serius di lengan kiri dan punggungnya. Warga yang melihat kejadian itu segera menolong korban dan membawanya ke Puskesmas Blusuh sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Polisi Amankan Barang Bukti

Tak butuh waktu lama, Unit Reskrim Polsek Siluq Ngurai langsung terjun ke lokasi kejadian. Selain melakukan olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari sebilah parang yang masih menyisakan trauma, pakaian korban, hingga mobil Innova hitam tersebut.

Humas Polres Kutai Barat mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam penanganan serius. Polisi juga sudah memintai keterangan dari para saksi di lokasi guna proses hukum lebih lanjut.

Pelajaran buat Kita Semua

Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi para pengguna jalan, apalagi menjelang musim mudik Lebaran. Jalan raya menuntut kita untuk tidak hanya waspada saat berkendara, tapi juga harus “dingin” dalam kepala. Masalah sepele bisa jadi bencana besar jika kita lebih mendahulukan parang daripada pembicaraan baik-baik. Ary/Polres Kubar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *