BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Wanita Asal Sulsel Ditemukan di Perairan Adang Bay Paser

124
×

Wanita Asal Sulsel Ditemukan di Perairan Adang Bay Paser

Sebarkan artikel ini

Foto/Polres Paser
Jejakborneonews.com, PASER – Pencarian melelahkan selama dua hari terakhir di perairan Kabupaten Paser Kalimantan Timur  akhirnya membuahkan hasil, meski dengan kabar yang menyayat hati. Ibu Puji (50), atau yang akrab disapa Dgai, wanita asal Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sempat hilang ditelan arus Sungai Telake Kecamatan Long Kali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/3/2026) siang.
Jasad almarhumah ditemukan mengapung di perairan Adang Bay, lokasi yang cukup jauh—sekitar 10 mil atau belasan kilometer—dari titik awal ia dilaporkan tenggelam.
Kronologi Kejadian: Perahu Ketinting Dihantam Ombak
Tragedi ini bermula pada Senin malam (2/3) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, perahu ketinting yang ditumpangi korban bersama seorang saksi dihantam ombak kencang di muara Sungai Telake, Desa Maruat Kecamatan Long Kali.
Nahas, perahu tersebut tenggelam. Ibu Puji diduga kelelahan saat mencoba berenang menyelamatkan diri di tengah kondisi air yang tidak bersahabat, ditambah lagi saat itu ia tidak mengenakan alat keselamatan. Sejak malam itu, keberadaannya misterius dan memicu pencarian besar-besaran.
Ditemukan Kru Kapal, Evakuasi Menembus Lautan
Titik terang muncul Rabu pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Kru kapal FC Mitra Pacific yang sedang melintas di Adang Bay dikagetkan dengan pemandangan jenazah yang mengapung di laut. Laporan pun langsung masuk ke Call Center Satpolairud Polres Paser.
Tanpa buang waktu, tim gabungan yang terdiri dari:
* Polairud Polres Paser & TNI AL
* Basarnas & BPBD Paser
* Damkar & Petugas UPP Tana Paser
* Tim PT Kideco Jaya Agung & Masyarakat sekitar
Langsung tancap gas menuju lokasi menggunakan speed boat Sera Bravo. Sekitar pukul 13.25 Wita, jasad Ibu Puji berhasil dievakuasi dari tengah laut dan langsung dibawa menuju Desa Maruat untuk dipulangkan ke pelukan keluarga.
Keluarga Ikhlas Lepas Kepergian Korban
Suasana haru menyelimuti penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Meski terpukul, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka juga menolak dilakukan pemeriksaan medis (autopsi) lebih lanjut dan memilih untuk segera memakamkan almarhumah.
Kapolres Paser melalui jajaran Satpolairud memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar dan kondusif berkat kerja sama apik antara petugas dan warga.
Pesan Keselamatan:
Kejadian ini kembali mengingatkan kita semua, khususnya warga yang sering beraktivitas di air, untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan jangan pernah meremehkan penggunaan pelampung atau alat keselamatan saat menyeberang. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *