BerandaBerita NasionalBorneo ZoneEkonomi & BisnisHumanioraLintas KalselOpiniPolitik

Indeks Daya Saing Kalsel Ungguli Kaltim

281
×

Indeks Daya Saing Kalsel Ungguli Kaltim

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Kabar membanggakan datang untuk seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Provinsi Kalsel baru saja dinilai sebagai juara pertama dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 untuk regional Pulau Kalimantan.
Berdasarkan rilis resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada akhir Februari lalu, Kalsel sukses mengantongi skor 3,65. Angka ini bukan cuma gaya-gayaan, tapi terbukti mampu melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,50.
Ungguli Tetangga Sebelah
Kalsel berhasil menunjukkan taringnya dengan mengungguli provinsi tetangga di Borneo. Khususnya Provinsi Kalimantan Timur yang merupakan wilayah IKN atau ibukota Nusantara, yang menempati posisi dua.
Berikut urutan skornya:
* Kalimantan Selatan (3,65)
* Kalimantan Timur (3,63)
* Kalimantan Tengah (3,59)
* Kalimantan Barat (3,49)
* Kalimantan Utara (3,29)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel, Thaufik Hidayat, menyebut pencapaian ini adalah buah dari kerja keras lintas sektor yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
> “Peningkatan skor ini menunjukkan daya saing daerah kita bergerak ke arah yang semakin positif. Kita bersyukur Kalsel berada di posisi teratas di Kalimantan,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (2/3/2026).
>
Rahasia di Balik Layar: Pelayanan Publik Makin Paten
Apa sih yang bikin skor Kalsel tinggi? Ternyata kuncinya ada pada Pilar Institusi yang meraih skor tinggi sebesar 4,69. Artinya, urusan pelayanan publik, transparansi, dan kebijakan pemerintah daerah dinilai semakin berkualitas dan memudahkan masyarakat.
Selain itu, kondisi ekonomi Kalsel juga dinilai sangat stabil dan punya daya tarik investasi yang kuat. Hal ini jadi modal penting supaya ekonomi kita tetap tangguh menghadapi tantangan ke depan.
Harapan untuk Kesejahteraan
Pemerintah Provinsi Kalsel pun optimistis hasil manis ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi menjadi fondasi nyata untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan yang paling penting: meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua secara berkelanjutan. Ary/MC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *