BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Kalimantan Tak Aman Gempa dan Tsunami

641
×

Kalimantan Tak Aman Gempa dan Tsunami

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, Banjarbaru -Wilayah Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang nyata. meskipun  frekuensinya rendah (low frequency) tetapi dampaknya dapat sangat merusak (high impact). Pulau Kalimantan  tidak aman dari gempa karena terpengaruh oleh aktivitas tektonik dari Sulawesi dan Laut Jawa.

Hal ini terungkap dalam seminar memahami potensi gempa di Kalsel yang digelar BMKG Kalimantan Selatan bekerja sama dengan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Kamis (21/8/2025) di Banjarbaru.

Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Damanik, menuturkan, “Seminar ini diharapkan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat mengenai potensi gempa bumi yang mungkin terjadi di Kalimantan Selatan maka sangat penting edukasi dan kolaborasi.”

Narasumber pertama Dr. Sri Cahyo Wahyono, menekankan bahwa gempa bumi adalah pelepasan energi tiba-tiba yang merambat sebagai gelombang seismik. Peristiwa ini dapat menyebabkan dampak seperti goncangan tanah, likuifaksi, tsunami, dan kebakaran.

“Pentingnya mitigasi gempa melalui perencanaan infrastruktur tahan gempa dan sistem peringatan dini,” katanya.

Narasumber kedua Dr. Daryono, memaparkan data historis dan potensi gempa di Kalimantan Selatan. Sesar Meratus adalah sesar aktif yang berpotensi dapat memicu gempa hingga magnitudo 7.0. Sejarah gempa di Kalimantan Selatan telah tercatat sejak abad ke-19.

Maka seminar dan diskusi ini dihasilkan kesimpulan, penting untuk melakukan langkah mitigasi bencana dengan pendirian  bangunan tahan gempa dan edukasi masyarakat untuk mengurangi risiko korban jiwa.

Di samping itu pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil, perlunya kolaborasi multisektor (pemerintah, akademisi, swasta) dalam mitigasi bencana.

regulasi bangunan tahan gempa harus diterapkan secara ketat dan pemetaan zonasi mikro dan penguatan sistem peringatan dini diperlukan untuk memahami risiko gempa secara lebih detail. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *