Foto/Basarnas Banjarmasin

Jejakborneonews.com, Kandangan – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang Balita umur 2,5 tahun bernama Arianti yang hilang di hutan Desa Malinau Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalsel. Korban diduga tersesat di hutan Desa Malinau Dusun Bidukun selama dua hari sejak Kamis (6/11/2025) sore hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat pada Sabtu (8/11/2025) pagi kisaran pukul 07.15 waktu setempat.
Penemuan balita hilang di Desa Malinau Loksado ini menjadi kabar gembira bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencarian.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa Arianti ditemukan berada di titik koordinat 02°51’31” S – 115°26’00” E, sekitar satu kilometer dari tempat terakhir ia terlihat. Proses evakuasi segera dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan balita tersebut.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur SAR dan masyarakat setempat. Meskipun sempat menghadapi kendala sinyal komunikasi yang lemah, koordinasi yang solid antarinstansi berhasil memastikan proses pencarian berjalan efektif hingga balita tersebut
Sebelumnya, balita Arianti dilaporkan hilang pada Kamis (6/11) sore setelah terakhir terlihat bermain bersama kakaknya. Ia bermain di sekitar halaman rumah tetangga yang berlokasi di Dusun Bidukun RT 3, Desa Malinau Kecamatan Loksado. Keluarga dan warga setempat segera melakukan pencarian awal namun tidak membuahkan hasil.
Hingga akhirnya Basarnas Banjarmasin menerima laporan dan langsung menuju lokasi guna melakukan koordinasi operasi pencarian.
Operasi pencarian balita Arianti melibatkan berbagai elemen dari Tim SAR gabungan yang bekerja tanpa henti. Mereka menyisir hutan dan area terbuka di sekitar Desa Malinau, menghadapi medan yang cukup sulit. Kendala utama yang dihadapi tim adalah lemahnya sinyal komunikasi di beberapa titik lokasi pencarian.
Meskipun demikian, semangat dan koordinasi yang kuat antarinstansi tidak surut. Dukungan dari masyarakat setempat juga sangat vital dalam mempercepat proses pencarian ini. Warga turut aktif membantu menyisir area dan memberikan informasi yang relevan kepada tim di lapangan.
Setelah dua hari pencarian yang melelahkan, Arianti akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi. “Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan balita yang sebelumnya dilaporkan hilang di Desa Malinau pada Kamis (6/11),” ujar I Putu Sudayana. Balita tersebut ditemukan dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi.
Penemuan ini menunjukkan efektivitas kerja sama tim dan kesigapan dalam menanggapi laporan kehilangan. Lokasi penemuan yang berjarak satu kilometer dari titik awal hilangnya Arianti membuktikan jangkauan luas operasi pencarian yang dilakukan.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat atas partisipasi aktif mereka. Keberhasilan menemukan balita hilang Loksado ini adalah bukti nyata sinergi yang baik.
“Operasi pencarian sempat mengalami kendala karena sinyal komunikasi yang lemah, namun berkat koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat, proses pencarian dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif,” tuturnya. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam situasi darurat.
Setelah penemuan, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing evaluasi operasi sebelum kembali ke satuan masing-masing. Keberhasilan ini juga berkat kesiapsiagaan seluruh unsur SAR, termasuk warga setempat yang aktif dalam penanganan keadaan darurat di wilayah pegunungan seperti di Loksado. (Ary)











