BerandaBerita NasionalHukumHumanioraOpiniPolitik

Gaji Selangit Masih Makan Duit Suap, Itu Hakim Kufur Nikmat!

213
×

Gaji Selangit Masih Makan Duit Suap, Itu Hakim Kufur Nikmat!

Sebarkan artikel ini

Foto/Tribunnews Update
Jejakborneonews.com, JAKARTA – Ibarat pepatah “dikasih hati minta jantung”, begitulah gambaran perasaan pimpinan Mahkamah Agung (MA) saat ini. MA mengaku sangat kecewa dan malu bukan main melihat pimpinan serta pegawai Pengadilan Negeri (PN) Depok Jawa Barat diciduk KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Juru Bicara MA, Prof. Yanto, nggak pakai bahasa halus lagi buat menyentil kelakuan oknum hakim ini. Ia menyebut aksi korupsi ini benar-benar menusuk dari belakang, apalagi dilakukan saat negara baru saja menaikkan tunjangan mereka biar makin sejahtera.
“Kurang Apa Lagi?”
Prof. Yanto menegaskan kalau negara sudah memberikan segalanya buat para hakim. Gaji dan tunjangan sudah oke, tujuannya supaya mereka bisa kerja jujur dan nggak gampang disuap.
“Nggak ada alasan lagi bilang hakim nggak sejahtera. Negara sudah kasih lebih dari cukup. Kalau masih nekat korupsi, itu namanya keserakahan dan kufur nikmat,” tegas Yanto di Jakarta, Senin (9/2/2026), dilansir laman Tribunnews Update.
Baginya, perbuatan ini bukan cuma soal uang, tapi soal harga diri lembaga peradilan yang hancur gara-gara oknum yang doyan “transaksi kotor”.
Dukung KPK “Sikat” Sampai Bersih
Meski rasanya menyakitkan ibarat mengamputasi tangan sendiri, MA menegaskan dukung penuh langkah KPK untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.
Menurut MA, kejadian ini justru jadi momentum buat bersih-bersih internal. Daripada jadi benalu di dalam lembaga, mending hakim-hakim yang nggak punya integritas sekalian saja “disikat” keluar.
“Walaupun menyakitkan, ini membantu MA buat percepat bersih-bersih. Nggak ada lagi ruang buat toleransi atau belas kasih bagi hakim yang main mata sama uang haram,” tambahnya.
Ketua PN Depok Resmi Jadi Tersangka
Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, KPK sudah resmi menetapkan Ketua PN Depok, I Wayan Eka Mariarta, sebagai tersangka suap. Penangkapan ini jadi tamparan keras karena posisi Ketua Pengadilan seharusnya jadi contoh, bukan malah jadi pemain utama dalam praktik korupsi.
MA pun berjanji bakal lebih ketat lagi menjaga integritas para hakimnya. Pesannya jelas: kalau mau kaya raya dengan cara nggak bener, jangan jadi hakim! (Ary/###)
#KorupsiHakim #PNDepok #Mahkamah Agung #KPK #InfoHukum #BersihBersihMA #ZeroTolerance

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *