Borneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Dinsos Kalsel Imbau Terdampak Banjir Tak Bertahan di Rumah Jika Bahaya

204
×

Dinsos Kalsel Imbau Terdampak Banjir Tak Bertahan di Rumah Jika Bahaya

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, SUNGAI TABUK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberikan peringatan serius kepada warga yang terdampak banjir. Mengingat cuaca yang belum menentu, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, H. Achmadi, memimpin layanan Dapur Umum di kawasan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Jumat (9/1/2026).

Jangan Bertahan di Rumah Jika Membahayakan

H. Achmadi menekankan agar warga tidak memaksakan diri bertahan di dalam rumah jika ketinggian air sudah mulai mengancam keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mementingkan keselamatan. Kalau kondisi sudah membahayakan, khususnya bagi lansia, ibu hamil, dan anak-anak, segera bergeser ke lokasi pengungsian. Jangan menunggu lebih lama atau memaksakan bertahan di rumah,” tegas Achmadi.

Waspada Bahaya Listrik

Selain ancaman air, Dinsos juga mengingatkan bahaya tersembunyi saat banjir, yakni arus listrik. Warga diminta sangat berhati-hati dalam penggunaan alat elektronik.

* Segera matikan aliran listrik jika air sudah masuk ke dalam rumah.

* Pastikan tangan kering saat menyentuh sakelar.

* Hindari kabel yang terendam air agar tidak terjadi korsleting yang berujung setruman (electrocution).

Prediksi Cuaca: Hujan Baru Melandai Akhir Januari

Berdasarkan data dari BMKG, curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan diprediksi masih akan tinggi dan baru akan mulai melandai pada akhir Januari 2026.

Saat ini, ketinggian air di berbagai titik terpantau masih fluktuatif (naik-turun). Kondisi ini sangat bergantung pada intensitas curah hujan harian serta pengaruh pasang surut air laut yang dapat menghambat aliran air ke muara.

Tips bagi warga terdampak banjir:

* Siapkan “Tas Siaga Bencana” berisi surat berharga, pakaian, dan obat-obatan.

* Pantau terus informasi cuaca dari kanal resmi pemerintah.

* Segera hubungi petugas atau relawan jika membutuhkan evakuasi medis atau bantuan logistik. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *