BerandaBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

Cegah Karhutla, Pemprov Kalsel Rencanakan Modifikasi Cuaca

310
×

Cegah Karhutla, Pemprov Kalsel Rencanakan Modifikasi Cuaca

Sebarkan artikel ini

Banjarbaru— Gubernur Kalsel H. Muhidin diwakili Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhamad Muslim memimpin  Rapat Koordinasi Supervisi Pengendalian Karhutla di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan  di Banjarbaru  Selasa (29/7/2025)

Pada Rakor  itu dibahas mengenai rencana pembasahan lahan di kawasan Bandara Syamsudin Noor.

Lalu, rencana penetapan status Siaga Karhutla Provinsi Kalsel, mengingat sudah 2 Kabupaten menetapkan siaga darurat, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru. Selain itu ada rencana Apel Siaga Karhutla di bulan Agustus 2025, serta rencana pengusulan modifkasi cuaca ke BMKG.

Gubernur Kalsel  mengingatkan kepada seluruh stakeholder agar dapat bersinergi dalam menjaga kawasan yang rawan terbakar, khususnya di daerah objek vital Bandara Internasional Syamsuddin Noor.

Melalui rapat supervisi pengendalian Karhutla, Gubernur ingin adanya hasil penguatan lembaga, serta evaluasi dari sistem deteksi dini dan sarana pemadaman. Diharapkan juga dapat meningkatkan koordinasi antar daerah atau lintas sektor, sehingga pencegahan tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga proaktif.

Adapun Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra mengatakan bahwa akan gelar apel siaga karhutla karena melihat situasi dan kondisi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru yang telah berstatus siaga  darurat.

“Sehingga, Pemerintah Provinsi Kalsel juga dapat menaikkan statusnya dan tinggal menunggu SK dari Gubernur, dengan itu maka kita mendapatkan pendanaan untuk pengendalian Karhutla, baik itu BMKG dan BPBD Kalsel. Kita telah bekerjasama dengan lintas instansi, yaitu TNI/Polri dan stakeholder lainnya juga untuk membangun posko dalam waktu dekat,” ungkap Aya, sapaan akrabnya.

Selain itu, Fatimatuzzahra mengatakan bahwa pembukaan pintu air juga dilakukan agar pembasahan lahan ditiap titik api. Berdasarkan data kementerian kehutanan, dia menyebut ada 1.400 titik panas  (hotspot).

“Sebagian besar itu masuk ke dalam Areal Penggunaan Lain (APL). Saat ini yang terdata dari BPBD Kalsel sekitar 20.000 hektar itu terbakar dalam kawasan hutan, sisanya itu di luar area hutan. Keduanya  itu akan tetap kita cegah,” pungkasnya.

Diakhir, Fatimatuzzahra ingin mengaktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kalsel, setiap KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) akan diberlakukan seperti di Tahura Sultan Adam dan sebagainya. Dia berharap, karhutla dapat dicegah secepatnya agar tidak membesar di kemudian hari. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *