Jejakborneonews.com, BANJAR – Kondisi medan yang sulit dan terendam air tidak menyurutkan langkah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan untuk membantu warga terdampak banjir. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas ESDM Kalsel, H. Isharwanto, bantuan sembako disalurkan ke wilayah Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, dengan bantuan transportasi perahu (kelotok).
Menembus Medan Sulit dengan Perahu
Penyaluran bantuan kali ini menghadapi tantangan akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan darat. Untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga, tim Dinas ESDM harus berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat setempat guna mengangkut logistik menggunakan perahu.
“Daerah Sungai Batang ini tidak bisa kami jangkau langsung karena kondisi medan jalan Martapura Lama tergenang banjir. Oleh karena itu, bantuan kami serahkan di sini untuk selanjutnya dibawa menggunakan perahu dan dibagikan kepada masyarakat sekitar,” jelas H. Isharwanto.
Bantuan Logistik dan Arahan Gubernur
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Kalimantan Selatan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) proaktif dalam membantu meringankan beban korban banjir. Adapun paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok penting, seperti:
* Beras, gula, dan minyak goreng.
* Telur dan mi instan.
* Teh dan aneka minuman.
Isharwanto menekankan bahwa meskipun jumlah bantuan terbatas dibandingkan luasnya wilayah terdampak, penyaluran dilakukan dengan sistem koordinasi melalui tokoh masyarakat setempat agar lebih tepat sasaran.
Rencana Bantuan Lanjutan ke Astambul
Dinas ESDM Kalsel berkomitmen untuk terus memantau titik-titik banjir yang parah. Setelah Sungai Batang, agenda penyaluran bantuan berikutnya direncanakan akan menyasar wilayah Astambul pada hari Jumat mendatang.
“Kami akan terus berupaya membantu lokasi-lokasi yang terdampak parah. Kami membantu semampu kami dan dengan ikhlas, semoga dapat meringankan beban warga serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana ini,” pungkasnya.
Penanganan banjir di Kalimantan Selatan saat ini memang menuntut kolaborasi lintas sektor mengingat luasnya area terdampak yang mencakup belasan kecamatan di Kabupaten Banjar. (Dhani)











