BerandaBorneo ZonePeristiwa

Jejak Darah Kamar Kos: Misteri Pembuangan Bayi di Sungai Riam Sanggau Terungkap!

243
×

Jejak Darah Kamar Kos: Misteri Pembuangan Bayi di Sungai Riam Sanggau Terungkap!

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, SANGGAU – Misteri penemuan jasad bayi laki-laki di Sungai Riam, Jalan Semboja Indah 2, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) akhirnya terpecahkan.
Tim gabungan Polres Sanggau dan Polsek Kapuas berhasil meringkus seorang perempuan berinisial LF (19) yang diduga kuat sebagai ibu kandung sekaligus pelaku pembuangan bayi tersebut.
Hanya butuh waktu singkat bagi polisi untuk mengendus keberadaan pelaku. LF ditangkap di sebuah rumah kos pada Senin malam (19/1/2026), tepat sebelum tengah malam.

Ari-ari di Belakang Kos Jadi Petunjuk Kunci
Pengungkapan kasus yang menggegerkan warga Sanggau ini bermula dari kejelian petugas saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, memimpin langsung penyisiran di sekitar aliran sungai hingga ke area permukiman terdekat.
Titik terang muncul saat petugas menemukan ari-ari bayi di belakang sebuah rumah kos dengan lima pintu. Polisi kemudian memeriksa satu per satu kamar yang mayoritas dihuni oleh pelajar tingkat SMA tersebut.
Kecurigaan petugas memuncak saat menemukan bercak darah yang masih membekas di pintu dapur kamar nomor tiga. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, LF yang merupakan penghuni kamar tersebut tak bisa lagi mengelak dan mengakui perbuatannya.

Pengakuan Pelaku: “Lahir Spontan di Kamar Mandi”
Kepada polisi, LF menceritakan peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu siang (18/1/2026). Ironisnya, LF mengaku tidak menyadari bahwa dirinya tengah hamil.
“Pelaku menyatakan bayi tersebut lahir secara spontan saat ia sedang buang air besar di kamar mandi kos. Tali pusarnya terputus sendiri tanpa alat bantu,” ujar Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, Selasa (20/1/2026).
Dalam kondisi kalut, LF kemudian membuang bayi tersebut hingga akhirnya ditemukan warga sudah tak bernyawa di aliran Sungai Riam.

Dalami Keterlibatan Sosok Pria
LF diketahui berasal dari Dusun Sengkuang Daok, Desa Kuala Buayan Kecamatan Meliau. Kini ia harus berurusan dengan hukum. Selain mengamankan pelaku, polisi juga tengah mendalami informasi mengenai seorang pria berinisial M warga Desa Semerangkai Kecamatan Kapuas yang pernah menjalin hubungan asmara dengan pelaku.
Kasi Humas Polres Sanggau, AKP Keken Sukendar, menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan dan profesional. “Pelaku sudah diamankan di Polres Sanggau untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian,” tegasnya.
Pesan Kemanusiaan: Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya edukasi reproduksi dan pengawasan lingkungan terhadap pergaulan remaja agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Ary/Humres Sanggau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *