BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwa

Sapu Bersih Banjarmasin, Polisi Ciduk 79 Orang Selama Ramadhan

285
×

Sapu Bersih Banjarmasin, Polisi Ciduk 79 Orang Selama Ramadhan

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Masuk pekan kedua bulan puasa, jajaran Polresta Banjarmasin makin “garang” menjaga keamanan kota. Bukannya fokus ibadah, puluhan orang malah keciduk polisi gara-gara bikin ulah. Hingga Minggu (1/3/2026), total sudah 79 orang yang diangkut petugas dari berbagai titik rawan di Kota Seribu Sungai.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Cuncun Kurniadi melalui Kasat Reskrim Kompol Eru Alsepa, membeberkan kalau dari puluhan orang itu, ada yang cuma dibina, tapi ada juga yang terpaksa “lebaran di dalam sel”.
12 Orang Masuk Sel, Sisanya Dibina
Dari total 79 orang yang diamankan, 12 orang dewasa resmi diproses hukum pidana dan ditahan. Mereka bukan cuma sekadar nongkrong, tapi terlibat kasus berat seperti narkoba, penganiayaan, sampai maling motor (curanmor).
“Sesuai perbuatannya, 12 orang kita proses hukum pidana dan masuk sel tahanan. Rata-rata pelakunya sudah dewasa,” tegas Kompol Eru.
Miris! 85 Persen Masih Anak-Anak
Yang bikin elus dada, ternyata 61 orang alias sekitar 85 persen dari mereka yang diamankan masih usia remaja atau anak-anak. Macam-macam kelakuannya yang bikin warga resah, mulai dari:
* Persiapan perang sarung (tawuran).
* Mabuk lem fox dan pesta miras oplosan.
* Balap liar dini hari yang bisingnya minta ampun.
Karena masih di bawah umur, mereka tidak ditahan tapi dikenakan wajib lapor. Syaratnya lumayan ketat, Lur! Mereka harus lapor ke kantor polisi 4 kali seminggu, terutama pas hari libur, dan wajib didampingi orang tua masing-masing.
Pesan Penting Buat Abah-Mama di Rumah
Pihak kepolisian pun menitip pesan serius buat para orang tua di Banjarmasin. Tolong, jangan biarkan anak-anak keluyuran sampai larut malam tanpa urusan yang jelas.
“Kami mengajak semua lapisan masyarakat, ayo bareng-bareng awasi anak kita. Jangan sampai mereka terjerumus ke hal negatif yang bisa merusak masa depan mereka sendiri,” pungkasnya.
Yuk, kita jaga kekhusyukan bulan suci ini dengan kegiatan yang bermanfaat saja. Sayangi nyawa, sayangi masa depan, dan sayangi orang tua! Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *