BerandaBerita NasionalHukumOpiniPeristiwa

Wanita Bule Ngamuk di Mushala Gili Trawangan Gegara Suara Tadarus Alquran

229
×

Wanita Bule Ngamuk di Mushala Gili Trawangan Gegara Suara Tadarus Alquran

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, LOMBOK UTARA – Suasana khusyuk malam Ramadan di kawasan wisata Gili Trawangan Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang Lombok Utara Provinsi NTB mendadak pecah oleh keributan yang tak terduga. Seorang warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru bernama Miranda Lee nekat merangsek masuk ke dalam sebuah mushala pada Kamis (19/2/2026) malam, hanya karena merasa terganggu dengan suara tadarus Al-Qur’an.
Kejadian ini viral di berbagai platform media sosial. Infonya kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30 WITA ini sempat terekam kamera warga dan mendadak viral di media sosial.
Cabut Kabel Mikrofon hingga Cakar Warga
Aksi nekat Miranda bermula saat warga sedang asyik melantunkan ayat-ayat suci. Tanpa basa-basi, bule ini masuk ke tempat ibadah dan langsung mencabut kabel mikrofon hingga rusak. Tak berhenti di situ, Miranda yang tampak emosi juga mencakar salah seorang warga yang sedang mengaji hingga mengalami luka.
Meski sempat berteriak-teriak dan melawan saat diminta keluar, warga setempat patut diacungi jempol. Walaupun merasa geram dengan tindakan yang dianggap tidak sopan itu, warga Gili Trawangan tetap bisa menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam secara fisik.
Sempat Mengancam Pakai Parang
Kepala Dusun Gili Trawangan, Muhammad Husni, menjelaskan bahwa penggunaan pengeras suara saat itu sebenarnya masih dalam batas aturan Ramadan setempat, yakni diperbolehkan hingga pukul 24.00 WITA.
“Aturannya memang sampai jam 12 malam untuk tadarus. Jadi sebenarnya tidak ada aturan yang dilanggar oleh warga,” jelas Husni.
Ketegangan ternyata berlanjut setelah Miranda keluar dari mushala. Ia disebut sempat merebut ponsel warga dan lari masuk ke dalam villanya. Bahkan, saat warga dan aparat mencoba berkomunikasi baik-baik, pelaku dikabarkan sempat mengancam menggunakan parang dari dalam tempat tinggalnya.
Situasi Tetap Kondusif
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, membenarkan adanya insiden memalukan tersebut. Saat ini, pihak kepolisian terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di kawasan wisata internasional tersebut tetap terjaga.
Polisi mengimbau agar para wisatawan asing tetap menghormati tradisi dan kearifan lokal, terutama di bulan suci Ramadan, demi kenyamanan bersama.
Pesan Damai dari Pulau:
Keramahan warga Gili Trawangan dalam menghadapi kejadian ini menunjukkan kedewasaan mereka. Semoga kejadian serupa tak terulang lagi dan para tamu mancanegara bisa lebih menghargai indahnya toleransi beragama di Indonesia. Ary
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

#GiliTrawangan #LombokUtara #Toleransi #Ramadan1447H #KabarLombok #WisataHalal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *