BerandaBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Ulama Kharismatik Martapura KH Syukeri Unus Wafat

333
×

Ulama Kharismatik Martapura KH Syukeri Unus Wafat

Sebarkan artikel ini

 

Jejakborneonews.com, MARTAPURA – Warga Kalimantan Selatan kembali berduka. Salah satu ulama kharismatik, KH. M. Syukeri Unus, atau yang akrab disapa Guru Syukeri, telah wafat pada hari Minggu, 7 Desember 2025.

Guru Syukeri menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Sultan Agung Banjarbaru. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka pada pukul 23.00 WITA.

Guru Senior Pesantren Darussalam dan Tokoh Pendidikan

Almarhum Guru Syukeri dikenal luas sebagai salah satu ulama senior dan kharismatik di Martapura, Kabupaten Banjar. Beliau juga merupakan guru senior di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, institusi pendidikan agama yang telah melahirkan banyak ulama besar di Banua.

Majelis Taklim yang dipimpin oleh almarhum, yang berlokasi di Desa Antasan Senor, Martapura, selalu dipadati oleh para santri yang mengenakan kain sarung (batapih) khas Martapura.

Lahir di Desa Harus, Amuntai Tengah pada 5 Oktober 1948, Guru Syukeri menamatkan pendidikan dasar pada tahun 1960. Meskipun sempat menempuh pendidikan formal dan SMP, hasratnya untuk mendalami ilmu agama membawanya ke Martapura.

Beliau menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Martapura selama kurang lebih tujuh tahun, dari tahun 1963 hingga 1970.

Murid dari Para Ulama Ternama Banua

Semangat keilmuan Guru Syukeri tidak berhenti di Darussalam. Untuk memperluas wawasan, beliau mengaji dan berguru pada ulama-ulama ternama di Kalsel, di antaranya:

• KH. M. Imansyah

• KH. M. Rafi’i Ahmad

• KH. M. Husin Dahlan

• KH. A. Sya’rani Arief

• KH. M. Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul)

• dan banyak ulama besar lainnya.

Dalam kiprah dakwahnya, Guru Syukeri aktif menggelar pengajian agama di Martapura, Banjarmasin, dan di kawasan Banua Lima. Beliau memimpin Majelis Ta’lim Sabilal Anwar di Martapura dan rutin mengisi ceramah di berbagai majelis di Banjarmasin dan Amuntai.

Teladan Kesederhanaan dan Keaktifan di NU

Guru Syukeri dikenang dengan ketekunannya dalam melaksanakan rutinitas ibadah dan wirid sehari-hari, serta sifat kesederhanaan, keikhlasan, dan keuletan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan agama. Beliau memegang teguh prinsip hidup: “Cintai Ilmu Agama dan Cintai Ulama.”

Di tengah kesibukan mengajar, almarhum juga sempat membuat beberapa karya tulis, antara lain Is’afuttalibin Fi Ilmin Nahwi, Miftahul Ilmil Mantiq, dan Manakib Sayyidatina Khadijah.

Selain aktif di bidang pendidikan dan dakwah, Guru Syukeri juga pernah menjabat sebagai Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan, menunjukkan peran pentingnya di organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Wafatnya Guru Syukeri Unus meninggalkan duka mendalam bagi seluruh umat dan santri di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *