Jejakborneonews.com, MUARA TEWEH – Fenomena unik tengah melanda aliran Sungai Barito. Akibat intensitas hujan tak ada beberapa hari terakhir membuat debit air menyusut drastis.
Dasar sungai yang biasanya tertutup air kini muncul ke permukaan dan berubah menjadi hamparan pasir bercampur tanah yang luas menyerupai pantai.
Pemandangan tak biasa ini terlihat mulai dari wilayah Kabupaten Barito Utara hingga ke arah hulu Barito di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya pada Senin (26/1/2026) sore. Momen mengeringnya sungai ini justru dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata dadakan yang murah meriah.
Sensasi Jalan-jalan di Dasar Sungai
Di Kota Muara Teweh, Barito Utara, pemandangan sore hari kini tampak berbeda. Bantaran sungai yang mengering dan berpasir kecokelatan dikunjungi warga. Banyak masyarakat sengaja datang untuk sekadar berjalan-jalan di dasar sungai,hingga duduk santai menikmati angin sore.
“Rasanya seperti di pantai, padahal ini di tengah Sungai Barito. Mumpung air lagi surut jauh, jadi bisa main pasir dan kumpul-kumpul sama keluarga,” ujar warga Lanjas Muara Teweh yang asyik berfoto di dasar sungai tak jauh dari jembatan KH Hasan Basri.
Meluas Hingga ke Hulu Barito
Fenomena “pantai dadakan” ini ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Laporan lapangan menunjukkan kondisi serupa terjadi di sepanjang aliran sungai menuju Puruk Cahu, Murung Raya. Di beberapa titik, warga memanfaatkan dasar sungai yang kering untuk beraktivitas, bahkan ada yang menjadikannya tempat bermain bola bagi anak-anak.
Meskipun fenomena ini menjadi hiburan bagi warga, kondisi mengeringnya DAS Barito ini juga menjadi pengingat bagi para pengguna transportasi sungai. Dangkalnya air membuat kapal-kapal besar lintas kabupaten dan pengangkut barang terganggu. Bahkan lebih parah lagi terpaksa berhenti beroperasi sementara karena risiko kapal kandas. Ary











