BerandaBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Sungai Barito Mengering Bak ‘Pantai Dadakan’

275
×

Sungai Barito Mengering Bak ‘Pantai Dadakan’

Sebarkan artikel ini
Kondisi Sungai Barito surut drastis menyebabkan kapal besar kandas di wilayah Barito Utara

Jejakborneonews.com, MUARA TEWEH – Fenomena unik tengah melanda aliran Sungai Barito. Akibat intensitas hujan tak ada beberapa hari terakhir membuat debit air menyusut drastis.

Dasar  sungai yang biasanya tertutup air kini muncul ke permukaan dan berubah menjadi hamparan pasir bercampur tanah yang  luas menyerupai pantai.

Pemandangan tak biasa ini terlihat mulai dari wilayah Kabupaten Barito Utara hingga ke arah hulu  Barito di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya pada Senin  (26/1/2026) sore. Momen  mengeringnya sungai ini justru dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata dadakan yang murah meriah.

Sensasi Jalan-jalan di Dasar Sungai

Di Kota Muara Teweh, Barito Utara, pemandangan sore hari kini tampak berbeda. Bantaran sungai yang mengering dan berpasir kecokelatan dikunjungi  warga. Banyak masyarakat sengaja datang untuk sekadar berjalan-jalan di dasar sungai,hingga duduk santai menikmati angin sore.

“Rasanya seperti di pantai, padahal ini di tengah Sungai Barito. Mumpung air lagi surut jauh, jadi bisa main pasir dan kumpul-kumpul sama keluarga,” ujar  warga Lanjas Muara Teweh yang asyik berfoto di dasar sungai tak jauh dari jembatan KH Hasan Basri.

Meluas Hingga ke Hulu Barito

Fenomena “pantai dadakan” ini ternyata tidak hanya terjadi di satu titik. Laporan lapangan menunjukkan kondisi serupa terjadi di sepanjang aliran sungai menuju Puruk Cahu, Murung Raya. Di beberapa titik, warga memanfaatkan dasar sungai yang kering untuk beraktivitas, bahkan ada yang menjadikannya tempat bermain bola bagi anak-anak.

Meskipun fenomena ini menjadi hiburan bagi warga, kondisi mengeringnya DAS Barito ini juga menjadi pengingat bagi para pengguna transportasi sungai. Dangkalnya air membuat kapal-kapal besar lintas kabupaten dan pengangkut barang terganggu.  Bahkan lebih parah lagi terpaksa  berhenti beroperasi sementara karena risiko kapal kandas. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *