Jejakborneonews.com, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menutup tahun 2025 dengan catatan keuangan yang sangat memuaskan. Realisasi pendapatan daerah berhasil “pecah rekor” melampaui target yang telah ditentukan sebelumnya.
Total uang yang masuk ke kas daerah tercatat mencapai Rp10,94 triliun. Angka ini setara dengan 103,99 persen dari target awal sebesar Rp10,52 triliun. Capaian positif ini menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah semakin sehat dan kesadaran warga Kalsel dalam membayar pajak semakin meningkat.
Pajak Kendaraan dan Air Jadi Motor Utama
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil, mengungkapkan bahwa tulang punggung pendapatan ini berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah, hasil ini adalah kerja keras bersama. Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat yang taat membayar pajak,” ujar Subhan di Banjarbaru, Rabu (21/1/2026).
Ada beberapa sektor pajak yang performanya sangat luar biasa sepanjang tahun 2025 lalu:
* Pajak Air Bawah Tanah: Menjadi yang tertinggi dengan realisasi mencapai 141 persen.
* Pajak Bahan Bakar (PBB-KB): Menyumbang angka fantastis sebesar Rp2,82 triliun.
* Pajak Kendaraan (PKB & BBNKB): Masih menjadi andalan dengan realisasi yang semuanya melampaui target 100 persen.
Pajak Rokok dan Tambang Jadi Catatan Evaluasi
Meski secara keseluruhan sukses besar, Subhan mengakui masih ada beberapa sektor yang belum mencapai target maksimal. Di antaranya adalah Pajak Rokok yang berada di angka 96 persen dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB/tambang) yang baru mencapai 81 persen.
“Untuk yang belum optimal, Tim akan melakukan evaluasi dan memperkuat strategi agar di tahun depan hasilnya bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Uangnya Untuk Apa?
Capaian pendapatan yang melimpah ini bukan sekadar angka di atas kertas. Subhan mengaku bahwa dana triliunan rupiah tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan peningkatan pelayanan publik di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Dengan kondisi keuangan yang kuat, pembangunan di Bumi Lambung Mangkurat diharapkan bisa berlari lebih kencang di tahun-tahun mendatang. Ary/MC
Rekor! Pemprov Kalsel Raup Pendapatan Rp10,9 Triliun











