Foto/Wargabanuanews
Jejakborneonews.com, Martapura – Diduga terjadi keracunan massal akibat program MBG (Makan Bergizi gratis) di sekolah menggegerkan warga Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalsel, pada Kamis (9/10/2025) siang. Puluhan siswa dari berbagai sekolah di Martapura dilarikan ke rumah sakit setempat diduga usai menyantap hidangan MBG yang diberikan. Hingga malam sekira pukul 21.00 WITA, diperkirakan ada 75 siswa telah menjalani perawatan di RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura.
Info dihimpun Jejakborneonews.com, ada beberapa sekolah yang dilaporkan siswanya mengalami keracunan, diantaranya MAN/MTS Assalam, SMA IT Assalam, SD Muhammadiyah dan SD 1 Pasayangan. Para korban sebagian masih dirawat RSUD Ratu Zalecha (Raza) dan sebagian lagi sudah dibawa pulang keluarganya masing- masing.
Bahkan salah satu Kepala sekolah di SMA IT Assalam juga tak luput dari keracunan usai menyantap hidangan MBG.
Ruang instalasi gawat darurat (IGD) RS di Jalan Menteri Empat, Martapura mendadak dipenuhi oleh siswa-siswi yang masih memakai seragam sekolah. Mereka menjalani perawatan medis didampingi Orangtua dan keluarga masing – masing.
Adapun, gejala yang dialami para korban antara lain pusing, mual, muntah, serta nyeri perut seperti ditusuk-tusuk. Hingga berita ini diturunkan Pihak RSUD Raza Martapura saat ini masih terus melakukan penanganan medis terhadap pasien.
Para tenaga medis dikerahkan untuk memberikan penanganan intensif bagi korban, baik siswa maupun tenaga pendidik. Perkembangan kasus dugaan keracunan massal ini masih terus dipantau oleh pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.
Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli, mengungkapkan, peristiwa dugaan keracunan sedang dilakukan penyelidikan. “Sementara kita akan melakukan penyelidikan, Kita sudah mengambil sampel makanan untuk dibawa ke laboratorium guna mengetahui penyebab pastinya,” Katanya.
Sementara Kasi Humas AKP Suwarji menambahkan sementara ini jumlah korban diduga keracunan MBG sifatnya masih dinamis. “Data sampai saat ini masih dinamis,” kata Suwarji saat dihubungi jejakborneonews.com. Ary











