Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Gerbong birokrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali bergerak. Pada Jumat (6/2/2026), Gubernur Kalsel H. Muhidin resmi melantik 292 pejabat baru di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Pelantikan ini dilakukan sebagai langkah penyegaran agar kinerja pemerintahan semakin lari kencang.
Ratusan pejabat yang dilantik terdiri dari posisi Pejabat Administrator (Eselon III), Pengawas (Eselon IV), hingga Pejabat Fungsional.
Fokus Utama: Digitalisasi Pelayanan
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin memberikan instruksi tegas. Ia ingin seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak lagi bekerja secara manual atau “raba-raba”. Di era sekarang, pelayanan publik harus beralih ke sistem digital agar masyarakat lebih mudah terayomi.
“Saya minta semua SKPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat segera terapkan digitalisasi. Siapkan data yang lengkap agar pekerjaan kita lebih terarah dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pesan Gubernur Muhidin.
Pesan Menyentuh: “Senangi Dulu Pekerjaannya”
Gubernur Muhidin juga menyadari bahwa mutasi atau pindah jabatan terkadang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Namun, beliau berpesan agar para pejabat tetap tulus dan ikhlas dalam bertugas.
“Jika ada yang merasa kurang berkenan dengan posisi barunya, tolong disenangi dulu. Beradaptasilah dengan lingkungan baru karena tantangan ke depan tidak mudah,” tambahnya.
Lampu Kuning: Evaluasi 6 Bulan ke Depan
Bagi para pejabat yang baru dilantik, kursi jabatan ini bukan berarti mereka bisa bersantai. Gubernur Muhidin menegaskan akan ada masa evaluasi selama enam bulan.
* Hasil Baik: Jabatan dipertahankan.
* Hasil jelek/Buruk: Pejabat bisa diturunkan posisinya atau bahkan dinonaktifkan (non-job).
Mekanisme Pelantikan
Kepala BKD Kalsel, Noryadi, menjelaskan bahwa pelantikan ini merupakan kombinasi antara promosi, mutasi, dan pengukuhan. Uniknya, khusus untuk pejabat di Dinas Dukcapil Kalsel, penetapan jabatannya datang langsung dari Mendagri, sementara Gubernur bertugas melantiknya secara resmi.
Dengan pelantikan ini, Pemprov Kalsel berharap pelayanan publik semakin profesional, disiplin, dan mampu menjawab kebutuhan warga Kalimantan Selatan dengan lebih cepat melalui teknologi digital. Ary
Gubernur Kalsel Siap Evaluasi Pejabat, Kinerja Jelek Nonjob-kan











