BerandaHumanioraLintas KalselPolitik

Gubernur Kalsel Anggap Lumrah Perbedaan Lebaran

77
×

Gubernur Kalsel Anggap Lumrah Perbedaan Lebaran

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H di Kalimantan Selatan tahun ini terasa sangat spesial. Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin mendadak jadi “lautan” manusia saat pelaksanaan Salat Id pada Sabtu (21/3/2026).
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang hadir langsung bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, mengaku takjub melihat antusiasme warga. Menurutnya, hampir setiap sudut masjid dipenuhi jemaah yang ingin beribadah bersama.
> “Luar biasa, masyarakat yang datang banyak sekali, hampir semua area penuh. Ini menunjukkan semangat ibadah kita sangat tinggi,” ujar Muhidin usai salat.
>
Pesan Menyentuh di Hari Kemenangan
Tak hanya soal keramaian, Muhidin juga memuji kualitas imam salat yang membuat suasana semakin syahdu. Baginya, momen ini bukan sekadar ritual, tapi pengingat diri agar terus memperbaiki kualitas iman setelah sebulan penuh berpuasa.
Ia berharap, bekal ibadah selama Ramadan bisa membuat masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik dan tetap istikamah dalam kebaikan.
Soal Perbedaan Lebaran? “Biasa Saja”
Menanggapi adanya perbedaan waktu penetapan Lebaran di masyarakat, Gubernur Muhidin menanggapinya dengan santai dan bijak. Menurutnya, perbedaan metode (seperti melihat hilal atau hitungan tertentu) adalah hal lumrah yang terjadi di mana-mana.
Poin penting dari Gubernur:
* Saling Menghormati: Masyarakat bebas mengikuti keyakinan masing-masing, baik mengikuti pemerintah maupun ormas.
* Jangan Berdebat: Perbedaan adalah hal wajar dan tidak perlu dijadikan bahan pertengkaran.
* Jaga Kerukunan: Yang utama adalah kekhusyukan ibadah dan menjaga silaturahmi antarwarga.
“Kalau sudah yakin hari ini Lebaran, silakan dirayakan. Tidak perlu diperdebatkan, yang penting kita tetap rukun dan damai,” pungkasnya. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *