Foto: Posko pengungsi banjir di Sungai Tabuk Keramat
Jejakborneonews.com, KABUPATEN BANJAR – Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, semakin meluas. Sebanyak 21 desa di Kecamatan Sungai Tabuk kini terendam air dengan dampak mencapai 26.988 jiwa atau sekitar 9.600 Kepala Keluarga (KK).
Berdasarkan data lapangan, ketinggian air yang memasuki pemukiman warga bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi ini memaksa ratusan warga meninggalkan kediaman mereka dan menuju titik-titik pengungsian yang telah disediakan.
Sebaran Titik Pengungsian
Saat ini, terdapat tiga titik pengungsian utama yang menjadi pusat evakuasi warga:
* Eks Gedung UGD Puskesmas Sungai Tabuk Keramat: Menampung 301 jiwa (didominasi kelompok rentan: lansia, perempuan, dan balita).
* Gedung SD Abumbun Jaya: Menampung 43 jiwa.
* Kios Desa Abumbun Jaya: Menampung 10 jiwa.
Para pengungsi dilaporkan telah menempati lokasi-lokasi tersebut selama 4 hingga 9 hari, tergantung tingkat keparahan banjir di desa asal masing-masing.
Kendala Ekonomi dan Pasokan Logistik
Banjir tidak hanya merendam hunian, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga. Mega (38), warga Sungai Pinang Baru yang sudah mengungsi lebih dari satu minggu, mengaku tidak lagi bisa bekerja.
“Rumah sudah tidak bisa ditempati karena air di atas lutut. Saya juga tidak bisa beraktivitas mencari ikan di sungai akibat kondisi ini,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan dasar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial telah menyiagakan Dapur Umum untuk memasok makanan siap saji bagi para pengungsi. Bantuan logistik berupa kasur juga telah didistribusikan untuk meningkatkan kelayakan tempat istirahat warga di lokasi pengungsian.
Pengamanan Pemukiman
Meski sebagian besar kelompok rentan telah dievakuasi, sejumlah warga pria memilih tetap bertahan di rumah yang terendam. Zubaidah (65), seorang pengungsi di Eks Puskesmas Sungai Tabuk, menyebutkan bahwa anak laki-lakinya masih berjaga di rumah mereka guna mengamankan aset dan harta benda dari potensi pencurian maupun kerusakan lebih lanjut.
Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel H Achmadi mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan muka air susulan, sembari berharap kondisi cuaca membaik agar banjir segera surut. Ary











