Jejakborneonews.com, Tanah Laut – Sebuah kabar duka datang dari pesisir Tanah Laut. Seorang nelayan bernama Bahran (50) dilaporkan hilang secara misterius saat melaut di Perairan Takisung Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel). Hingga kini, tim penyelamat hanya menemukan perahu korban dalam keadaan kosong melompong di tengah laut.
Kronologi Kejadian: Berangkat Melaut, Tak Kunjung Pulang
Bahran diketahui berangkat mencari nafkah pada Sabtu (31/01/2026) siang sekitar pukul 13.00 WITA. Namun, kecemasan mulai menyelimuti pihak keluarga ketika hingga Minggu siang, pria paruh baya tersebut tak kunjung menepi ke daratan.
Warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri dan berhasil menemukan perahu milik korban. Sayangnya, Bahran tidak ada di atas perahu tersebut, memperkuat dugaan bahwa ia terjatuh ke laut saat sedang bekerja.
Operasi Penyelamatan di Tengah Cuaca Hujan
Mendapat laporan dari BPBD Tanah Laut pada pukul 17.52 WITA, Basarnas Banjarmasin langsung bergerak cepat. Unit Siaga SAR Batulicin dikerahkan menuju lokasi yang berjarak 230 KM dari pos mereka.
> “Fokus utama tim saat ini adalah melakukan koordinasi dan memulai penyisiran di sekitar lokasi penemuan perahu korban. Meskipun kondisi di lapangan sedang hujan, tim akan berupaya maksimal,” tegas I Putu Sudayana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.
>
Sinergi Tim Gabungan
Pencarian ini bukan misi tunggal. Kekuatan gabungan telah dikerahkan untuk menyisir perairan Takisung, melibatkan berbagai unsur:
* Basarnas (Unit Siaga SAR Batulicin)
* BPBD Kabupaten Tanah Laut
* Polsek Takisung & Pos TNI AL Batakan
* PMI Kabupaten Tanah Laut
* Relawan dan Masyarakat Setempat
Tim dibekali dengan peralatan tempur lengkap, mulai dari Rubber Boat, alat selam, hingga perangkat penyelamatan air (water rescue) demi mempercepat proses evakuasi di tengah cuaca yang menantang.
Nelayan Hilang Saat Melaut di Perairan Takisung











