BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Kisah Haru Adel Dan Jailani: Dari Banjir Ke Meja Operasi

307
×

Kisah Haru Adel Dan Jailani: Dari Banjir Ke Meja Operasi

Sebarkan artikel ini
Foto: Gubernur Kalsel Muhidin dan istri serta Kapolda Kalsel  jenguk Adel dan Jailani pasca operasi besar


jejakborneonews.com, BANJARMASIN – Sebuah pertemuan tak terduga di tengah kepungan banjir Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu, kini berubah menjadi secercah harapan bagi dua bersaudara yatim piatu, Felina Delfi (Adel, 11) dan adiknya, Jailani (5).
Kamis (22/1/2026) pagi, suasana Ruang Athidira RS Bhayangkara Banjarmasin terasa begitu hangat. Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama istri, Hj. Fathul Jannah, serta Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha dan istri, datang menjenguk langsung kondisi kedua bocah tersebut pasca-operasi besar.
“Ditemukan” di Dapur Umum Banjir
Cerita pilu ini bermula saat Gubernur H. Muhidin dan Kapolda meninjau lokasi banjir di Desa Sungai Rangas, Martapura Barat Kabupaten Banjar. Di sebuah dapur umum terdampak banjir, mereka menemukan Adel dan Jailani yang hidup dalam keterbatasan fisik akibat kecelakaan maut  di Kapuas Provinsi Kalteng tahun 2022 silam yang merenggut nyawa kedua orang tua mereka.
Akibat kecelakaan itu, tangan Adel kaku tak bisa digerakkan, sementara sang adik, Jailani, tidak bisa meluruskan kakinya. Melihat kondisi yang berisiko cacat permanen, Gubernur dan Kapolda langsung bergerak cepat.
Sempat Diragukan Keluarga
Menariknya, membawa kedua anak ini ke rumah sakit tidaklah mudah. Pihak nenek dan keluarga awalnya ragu, bahkan sempat tidak bersedia dilakukan tindakan medis atau operasi.
“Alhamdulillah, setelah kami berikan penjelasan dan pengertian, keluarga akhirnya bersedia. Bapak Kapolda langsung memberikan respon cepat dengan fasilitas pengobatan gratis,” ujar Gubernur H. Muhidin.
Operasi pun telah sukses dilaksanakan pada Rabu (21/1). Dokter spesialis bedah tulang, dr. Aditya Stephana Mahendra, mengonfirmasi bahwa seluruh proses berjalan lancar dan kini tinggal memasuki tahap pemulihan serta terapi.
Janjikan Sekolah dan Cita-cita
Tak hanya menyembuhkan luka fisik, Gubernur Muhidin juga memikirkan masa depan kedua bocah malang ini. Di samping tempat tidur pasien, ia meyakinkan Adel dan Jailani bahwa pemerintah akan menjamin pendidikan mereka.
“Harus semangat sembuh ya. Nanti soal sekolah dan cita-cita, akan kami perhatikan. Ada Sekolah Rakyat (SR) yang siap menampung kalian nanti,” ucap H. Muhidin yang disambut senyum malu-malu kedua bocah tersebut.
Hj. Fathul Jannah juga tampak berbincang akrab sambil memberikan bingkisan spesial untuk menghibur Adel dan Jailani selama masa perawatan.
Tangis Syukur Sang Nenek
Misrawati, nenek yang selama ini merawat keduanya, tak kuasa menahan air mata haru. Ia tidak menyangka cucunya akan mendapat perhatian luar biasa dari orang nomor satu di Kalimantan Selatan.
“Kami keluarga tidak bisa membalas apa-apa. Hanya doa semoga Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda selalu diberi kesehatan dan dimurahkan rezekinya,” ungkap Misrawati lirih.
Kisah Adel dan Jailani menjadi bukti nyata bahwa kepedulian pemimpin yang turun langsung ke lapangan mampu mengubah takdir dan memberikan harapan baru bagi mereka yang hampir kehilangan masa depan. Ary/Adpim Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *