Banjarbaru, jejakborneonews.com – Badan Penanglangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menambah kekuatan mitigasi bencana dengan alat baru untuk bencana Gempa dan Tsunami yakni alat Warning Receiver System (WRS). Alat tersebut dibagikan untuk BPBD Kalsel 13 kabupaten/kota serta satu untuk damkar Kalsel dengan sistem pinjam pakai, saat sosialisasi dan pelatihan penggunaannya, berlangsung di kantor BPBD Kalsel di Banjarbaru, Senin (13/1/2025).
Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kalsel Bambang Dedy Mulyadi mengatakan, pentingnya alat ini untuk menambah kekuatan mitigasi bencana di Kalsel, mengingat Kalsel sudah beberapa kali diguncang gempa tektonik. “Ini adalah bentuk keseriusan Pemprov Kalsel untuk mitigasi bencana. Masalah penanggulangan kebencanaan harus cepat, ini juga menyangkut keberhasilan sebuah daerah dengan memperkuat mitigasi bencana,” kata Bambang.
Sementara, Lina Karlina mewakili PT Indo Visual sebagai penyedia alat WRS, menjelaskan, alat tersebut sudah terkoneksi dengan BMKG. Jika adanya potensi gempa dan tsunami alat tersebut dengan segera memberikan sinyal kepada pusdalops untuk diinformasikan ke masyarakat. “Alat ini sdh terkoneksi dengan BMKG Pusat, sehingga deteksi dini lebih cepat,”ujarnya.
Sepanjang 2024 terjadi 10 kali gempa bumi yang mengguncang tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Provinsi Kalimantan Selatan kini sudah masuk kategori daerah rawan gempa bumi.











