BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHukumLintas KalselPeristiwaPolitik

Dishut Kalsel Keluhkan Jumlah Polisi Hutan

236
×

Dishut Kalsel Keluhkan Jumlah Polisi Hutan

Sebarkan artikel ini

Jejakborneonews.com, Banjarmasin – Menjaga hutan seluas Kalimantan Selatan ternyata bukan perkara mudah. Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel baru-baru ini “curhat” mengenai kondisi personel Polisi Hutan (Polhut) yang jumlahnya sangat jauh dari kata ideal.
Bayangkan saja, saat ini Kalsel hanya memiliki 73 orang Polhut aktif. Padahal, kawasan hutan yang harus mereka awasi luasnya mencapai 1,7 juta hektare.
Beban Berat di Pundak Polhut
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra (Bu Aya), mengungkapkan keresahannya saat Rapat Koordinasi bersama DPRD Kalsel Rabu (7/1/2026) lalu. Jika dihitung secara kasar, satu orang Polhut di Kalsel harus mengawasi sekitar 23.000 hektare hutan sendirian.
“Kondisi ini tentu belum ideal untuk memastikan pengawasan hutan kita maksimal. Kami sangat butuh penambahan personel agar perlindungan hutan di Banua bisa lebih optimal,” tegas Bu Aya.
Minimnya jumlah “pendekar” hutan ini dikhawatirkan membuat celah bagi aktivitas ilegal seperti pembalakan liar atau perambahan hutan yang bisa memicu bencana lingkungan di masa depan.
Respon DPRD Kalsel
Keluhan ini langsung mendapat respon positif dari rumah rakyat. Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani), menyatakan dukungannya untuk menambah pasukan penjaga hutan tersebut.
Paman Yani menilai, menjaga kelestarian hutan adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar-tawar. Ia berjanji akan mengawal usulan ini agar masuk dalam kebijakan dan perencanaan anggaran.
“Kami di Komisi II berkomitmen mengawal aspirasi ini. Penambahan personel Polhut sangat penting untuk menjaga kekayaan alam kita di Kalimantan Selatan,” ujar Paman Yani melalui siaran pers resmi.
Harapan Baru untuk Hutan Banua
Dengan adanya dukungan dari DPRD, Dishut Kalsel berharap penambahan personel bisa segera terealisasi. Masyarakat pun berharap, dengan penjagaan yang lebih ketat, hutan Kalsel tetap lestari sehingga fungsi resapan air tetap terjaga dan risiko bencana bisa berkurang.
Tahukah Anda?
Luas 1,7 juta hektare itu hampir setara dengan 25 kali luas wilayah Singapura. Bisa dibayangkan betapa lelahnya 73 orang Polhut menjaga wilayah seluas itu. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *