BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Solidaritas Di Tengah Banjir : Rumah Warga Dalam Pagar Jadi Posko Pengungsian Mandiri

206
×

Solidaritas Di Tengah Banjir : Rumah Warga Dalam Pagar Jadi Posko Pengungsian Mandiri

Sebarkan artikel ini

Foto/jejakborneonews.com : rumah salah satu warga di Dalam Pagar yang tak terdampak banjir dijadikan posko pengungsi para tetangga

Jejakborneonews.com, MARTAPURA TIMUR, BANJAR – Memasuki minggu ketiga bulan Januari 2026, kondisi banjir di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel), kian memprihatinkan. Dari 20 desa yang terdampak parah di kecamatan tersebut, Desa Dalam Pagar menjadi salah satu wilayah dengan sebaran genangan yang cukup dalam, merendam ratusan rumah penduduk.
Rumah Warga Jadi Penampungan Tetangga
Di tengah keterbatasan posko resmi, muncul inisiatif mulia dari warga setempat. Salah satu rumah warga di Desa Dalam Pagar kini berubah fungsi menjadi tempat penampungan pengungsi bagi para tetangga sekitar yang rumahnya tidak lagi bisa ditempati untuk tidur.
Risda, salah satu anggota keluarga pemilik rumah yang dijadikan tempat pengungsian, menceritakan bahwa aktivitas ini sudah berlangsung hampir dua Minggu sejak debit air meningkat tajam.
“Para pengungsi ini adalah tetangga-tetangga kami sendiri di Dalam Pagar. Mereka sudah mengungsi di sini lebih dari seminggu,” ujar Risda pada Sabtu (3/1/2026) kepada jejakborneonews.com.

Ditambahkan, rumah tersebut juga kerap jadi penampungan sementara saat ada tetangga yang mengalami musibah kebakaran di rumahnya.

Ritual Pengungsi: Jaga Rumah Siang Hari, Mengungsi Malam Hari

Keseharian para pengungsi di Desa Dalam Pagar menunjukkan pola adaptasi yang unik sekaligus menyedihkan. Demi menjaga keamanan harta benda, warga tetap beraktivitas di rumah masing-masing yang terendam pada siang hari.
“Kalau siang mereka pulang ke rumah masing-masing untuk menjaga rumah yang kebanjiran. Nanti menjelang malam, mereka baru kembali lagi ke sini untuk tidur,” tambah Risda.
Logistik dari Donatur
Untuk kebutuhan pangan, para pengungsi yang bertahan di rumah penampungan ini sangat mengandalkan bantuan dari para donatur dan relawan. Beruntung, aliran sumbangan makanan terus masuk sehingga kebutuhan makan warga yang mengungsi masih dapat terpenuhi di tengah lumpuhnya aktivitas ekonomi mereka.
Martapura Timur Masih Siaga
Banjir di Martapura Timur merupakan bagian dari luapan Sungai Martapura yang berdampak pada ribuan kepala keluarga. Desa Dalam Pagar, yang dikenal sebagai kawasan religius, kini berjuang melawan genangan air yang belum menunjukkan tanda-tanda surut total.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus diingatkan untuk memprioritaskan distribusi logistik ke desa-desa yang memiliki posko pengungsian mandiri seperti di Dalam Pagar agar beban pemilik rumah dan para pengungsi dapat teringankan. Ary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *