BerandaBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

Diterjang Puting Beliung, 13 Rumah di Dua Kecamatan di Tanah Laut Mengalami Kerusakan

178
×

Diterjang Puting Beliung, 13 Rumah di Dua Kecamatan di Tanah Laut Mengalami Kerusakan

Sebarkan artikel ini

foto/ist

Jejakborneonews.com, PELAIHARI – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada Rabu (24/12/2025) subuh, menyisakan kerusakan material yang cukup signifikan. Sebanyak 13 rumah warga dilaporkan terdampak fenomena alam yang mengarah pada puting beliung tersebut.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut hingga Kamis (25/12/2025), wilayah terdampak tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Kurau.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

Dilansir laman BanjarmasinPost.co.id, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WITA, saat sebagian besar warga baru memulai aktivitas subuh. Angin kencang datang secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras.

“Hasil pendataan di lapangan menunjukkan total ada 13 rumah yang terdampak. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami rusak sedang, sementara sembilan lainnya mengalami rusak ringan,” jelas Aspi.

Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap yang terlepas akibat tiupan angin kencang, serta beberapa bagian dinding bangunan yang terdampak reruntuhan.

Kondisi Terkini: Aman dan Kondusif

Meskipun mengakibatkan kerusakan bangunan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini, situasi di seluruh lokasi terdampak dilaporkan telah aman dan terkendali.

Warga dibantu relawan dan petugas setempat mulai melakukan evakuasi mandiri terhadap barang-barang berharga.

“Pembersihan puing-puing bangunan dilakukan secara gotong royong oleh pemilik rumah dibantu warga sekitar. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca dari BMKG untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan,” tambah Aspi.

Himbauan bagi Warga

Pihak BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi di akhir tahun 2025 ini. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda cuaca ekstrem guna mempercepat penanganan darurat. Ary/###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *