BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraPeristiwa

Kapal Tenggelam di Perairan Talisayan Berau, Enam Penumpang Hilang

390
×

Kapal Tenggelam di Perairan Talisayan Berau, Enam Penumpang Hilang

Sebarkan artikel ini

Foto/Basarnas Balikpapan

Jejakborneonews.com, Berau -Sebuah kapal pencari ikan bernama Mina Maritim 148 dilaporkan tenggelam di perairan wilayah pesisir  Kecamatan Talisayan Kecamatan , Kabupaten Berau, pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 04.00 WITA.

Menurut laporan resmi dari Basarnas, kapal dengan jumlah person on board (POB) sebanyak 14 orang itu mengalami kecelakaan setelah diterjang angin kencang dan ombak tinggi. Peristiwa terjadi saat kapal tengah beroperasi mencari ikan di sekitar koordinat 1°45’6.98″N, 118°27’0.65″E, atau sekitar 174 nautical mile (NM) arah timur laut dari Pos SAR Sangatta.

Delapan orang awak kapal berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka adalah Amran, Hardiansyah, Rahmadi, Rahmat, Rahman, Romi, Sabaran, dan Syahril.

Namun, enam orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian hingga kini, yaitu Saharuddin, Kaharuddin, Irwan, Rizal, Basri, dan Sumailah.

Setelah menerima laporan dari pelapor bernama Sofyan pada pukul 13.05 WITA, Unit SAR Berau dan Pos SAR Sangatta yang dipimpin langsung Kepala Seksi Operasi Basarnas Balikpapan Endrow Sasmita segera menurunkan tim untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Dalam operasi ini, sejumlah unsur gabungan dilibatkan, antara lain Tim Rescue Unit SAR Berau, Pos SAR Sangatta, Pos AL Berau, BPBD Berau, Satpolair Polres Berau, Ditpolair Berau, serta nelayan setempat.

Untuk mendukung pencarian, berbagai peralatan juga dikerahkan, di antaranya RIB Sangatta, SMC Vehicle, peralatan SAR air, peralatan selam, peralatan komunikasi, serta peralatan medis.

Berdasarkan laporan cuaca saat kejadian, kondisi perairan dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 3 km/jam dari arah barat laut, serta tinggi ombak sekitar 0,2 meter. Meski relatif tenang, Basarnas memperkirakan ombak tinggi sesaat menjadi penyebab kapal terbalik hingga tenggelam.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap enam korban yang belum ditemukan. Operasi difokuskan di sekitar lokasi kapal tenggelam dengan metode penyisiran permukaan laut menggunakan perahu karet serta penyelaman terbatas bila kondisi memungkinkan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan melalui Pos SAR Sangatta menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. “Kami berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat nelayan di sekitar Talisayan agar memperluas area pengamatan di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Peristiwa tenggelamnya kapal Mina Maritim 148 ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di wilayah perairan Kalimantan Timur, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran dan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca di laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *