BerandaBerita NasionalBorneo ZoneHumanioraLintas KalselPeristiwa

Kucing Merah Kalimantan Diambang Punah, Pernah Terlihat di Kalteng dan Kaltara

557
×

Kucing Merah Kalimantan Diambang Punah, Pernah Terlihat di Kalteng dan Kaltara

Sebarkan artikel ini

Seekor Kucing Merah Kalimantan atau Borneo bay cat di dalam kandang konservasi (Foto : pinterest/felineconservation)

Kucing merah kalimantan yang terpantau di Rungan Kalimantan Tengah tahun 2016 lalu. Foto: Borneo Nature Foundation

Jejakborneonews.com, Banjarbaru – Keberadaan kucing merah Kalimantan kian misterius. Spesies kucing langka endemik Kalimantan  ini sulit ditemukan karena habitatnya di kawasan hutan hujan primer atau hutan lindung.

Kucing merah Kalimantan (nama ilmiah: Catopuma badia)  atau Borneo Bay Cat omerupakan jenis kucing liar yang hanya ditemukan di pulau Kalimantan bahkan tergolong salah satu kucing paling langka di dunia. Hewan ini memiliki bulu berwarna merah kecokelatan, tubuh yang ramping, serta ekor panjang yang tebal.

Karakteristik lainnya mencakup, Warna bulu merah kecokelatan dengan bagian perut yang lebih pucat

Status konservasi kucing merah Kalimantan dalam kategori “Terancam Punah” (Endangered) menurut IUCN akibat kerusakan habitat hutan dan aktivitas perburuan. Kucing ini sangat jarang dijumpai dan bahkan hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai perilaku alaminya.

Kucing merah pernah terdeteksi kamera pengintai hutan (Camera trap) di Lanskap Rungan, Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Tahun 2016 oleh para peneliti Borneo Nature Foundation.

Keberadaan Kucing Merah Kalimantan juga terdeteksi di kawasan hutan lindung Desa Joloi Kecamatan Seribu Riam Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah pada tahun 2022 silam. Kucing  merah ditemukan jadi bangkai usai terjerat jebakan babi hutan.

Terakhir pada tahun 2023 pernah terekam kamera pengintai di Taman Nasional Kayan Mentarang Kalimantan Utara. Satwa langka  ini muncul sendirian di atas batang kayu roboh dengan tubuh ramping, ekor panjang, serta bulu cokelat merah keemasan.

Kucing merah juga pernah ditemukan di hutan negara bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia. Sementara di kawasan hutan lindung Kalimantan Selatan belum ada tim peneliti yang pernah menemukannya.

Kucing merah sangat tergantung pada tutupan hutan yang luas dan tidak terganggu. Mereka jarang ditemukan di daerah terbuka atau dekat aktivitas manusia.

Menurut penelitian, kucing ini merupakan spesies penyendiri, hidup di kawasan terpencil, dan memiliki wilayah jelajah yang luas, meskipun data lengkap tentang pola hidupnya masih sangat terbatas karena langkanya penampakan.

Sebagai karnivora oportunis, kucing merah Kalimantan memangsa burung, tikus, reptil kecil, dan bahkan bangkai binatang. Sifatnya sebagai predator puncak di tingkat menengah membuatnya memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem hutan. Ary/jejakborneonews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *