BerandaBorneo ZoneLintas KalselPeristiwa

SMPN 1 Sungai Pinang Terapkan Pembelajaran Berbasis Teknologi

421
×

SMPN 1 Sungai Pinang Terapkan Pembelajaran Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini

BANJAR – Di era serba digital ini, para pendidik dituntut untuk menguasai teknologi informasi agar tidak ketinggalan zaman. Adanya kesenjangan antara penguasaan teknologi guru senior dengan guru muda, perlu menjadi perhatian bersama.

SMP Negeri 1 Sungai Pinang Kabupaten Banjar, salah satu sekolah yang berupaya mengintegrasikan TIK (teknologi informasi dan komunikasi), menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait adaptasi guru-guru senior. Namun, dengan dukungan infrastruktur dan inisiatif pendampingan, sekolah ini optimis dapat memajukan pembelajaran berbasis TIK.

Salah seorang guru di SMPN 1 Sungai Pinang, Herlina Noviani menungkapkan, awalnya kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya sinyal dan infrastruktur teknologi yang memadai.

“Dengan adanya dukungan infrastruktur dari Dinas Pendidikan dan program-program seperti acara penguatan TIK, situasi mulai membaik,” ujarnya. Selasa (23/7/2025).

Ia mengakui masih ada kesenjangan dalam penguasaan TIK di kalangan guru.

Guru-guru senior cenderung lebih kesulitan dalam mengadopsi teknologi, terutama dalam pembuatan media pembelajaran di kelas.

Saat ini, beberapa media pembelajaran berbasis TIK yang telah diterapkan di SMPN 1 Sungai Pinang antara lain penggunaan Google Form untuk ulangan atau asesmen, serta pemanfaatan aplikasi Canva untuk tugas-tugas siswa.

Herlina menjelaskan, peminatan siswa terhadap pembelajaran berbasis TIK semakin tinggi, membuat mereka lebih antusias. Para guru pun didorong untuk terus belajar dan merencanakan pembelajaran yang lebih inovatif dengan TIK.

Herlina, yang telah mengajar di SMPN 1 Sungai Pinang selama empat tahun, melihat adanya perubahan positif, terutama dengan semakin banyaknya guru-guru muda di sekolahnya.

“Kalau sekarang untuk di sekolah saya khususnya karena ada lebih banyak guru-guru muda, jadi pasti bisa membantu,” ujarnya.

Herlina berharap, dengan adanya pendampingan, penguatan, dan pembelajaran berbasis TIK di sekolahnya, para guru, khususnya guru muda, dapat lebih memperkenalkan siswa maupun guru senior untuk menggunakan media ajar berbasis TIK.

“Harapannya dengan adanya penguatan ini, kami para junior, khususnya para guru muda ingin lebih memperkenalkan dengan siswa maupun guru-guru senior untuk bisa menggunakan media ajar dengan berbasis TIK untuk ke depannya lebih bagus lagi,” harapnya.

Selain itu, keberadaan Chromebook khusus untuk siswa dan akses Starlink di sekolah juga sangat mendukung penerapan pembelajaran berbasis TIK. Meskipun demikian, Herlina menyebutkan bahwa pekerjaan rumah (PR) cenderung jarang diberikan dan penyelesaian tugas lebih banyak dilakukan langsung di sekolah atau di kelas.(Dhani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *